Houthi Klaim Tembak Jatuh F-15 Saudi

Kimda Farida • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:57 WIB
KEMBALI PANAS: Para pejuang Houthi berpose di tengah puingpuing jet tempur F-15 milik Arab Saudi yang ditembak jatuh di
provinsi Marib, wilayah tengah Yaman.
KEMBALI PANAS: Para pejuang Houthi berpose di tengah puingpuing jet tempur F-15 milik Arab Saudi yang ditembak jatuh di provinsi Marib, wilayah tengah Yaman.

 

LombokPost--Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali memanas.

Houthi mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 milik Arab Saudi di wilayah Marib.

“Jet Saudi ditembak menggunakan rudal permukaan ke udara buatan lokal," kata Juru Bicara Militer Houthi Yahya Saree seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (17/9).

Houthi juga merilis video yang disebut memperlihatkan puing-puing jet Saudi yang jatuh di Yaman.

Namun, lokasi dan waktu pengambilan video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Kerusakan pada pesawat terlihat cukup parah sehingga jenis pesawat tidak dapat segera diidentifikasi.

Bendera Arab Saudi terlihat pada bagian ekor pesawat.

Baca Juga: Lombok Utara Luncurkan Lima Inovasi Hasil PKN

Di sisi lain, pasukan pemerintah Yaman menyatakan, koalisi pimpinan Saudi telah menyerang posisi dan peralatan Houthi di sekitar kota pelabuhan Mocha.

Pasukan pemerintah juga mengaku melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap pasukan Houthi di wilayah Marib.

Situasi tersebut terjadi ketika Arab Saudi disebut mulai kekurangan rudal pencegat.

Riyadh dilaporkan meminta bantuan pertahanan udara kepada Prancis, Pakistan, Mesir, dan Inggris untuk menghadapi serangan Houthi.

 

Bertemu di Oman

 

Menurut dua pejabat yang enggan disebut namanya, Arab Saudi mengajukan permintaan tersebut kepada sejumlah negara regional dan Barat.

Amerika Serikat (AS), sekutu utama sekaligus pemasok senjata Saudi, juga disebut mengalami penurunan persediaan rudal pencegat akibat perang dengan Iran.

Meski mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, AS pada saat yang sama dilaporkan menggelar pembicaraan langsung dengan perwakilan Houthi di Muscat, Oman, akhir pekan lalu.

Dikutip dari The Straits Times, pertemuan tersebut berlangsung di Kedutaan Besar AS di Muscat dengan bantuan pemerintah Oman.

Baca Juga: Kerjaan Kupas Bawang, Masuk Desil Kaya

Perwakilan Houthi menyampaikan bahwa mereka tidak berniat menyerang kapal-kapal AS dan tetap berkomitmen terhadap gencatan senjata dengan Washington yang dicapai pada 2025.

Sementara itu, Juru Bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) Tim Hawkins mengatakan, Washington DC terus memantau perkembangan konflik tersebut.

"Kami awasi secara ketat," ujar Hawkins ketika ditanya mengenai situasi antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Konflik Yaman sebelumnya relatif mereda setelah gencatan senjata dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, pertempuran kembali meningkat setelah Houthi pada Juli lalu menyatakan, blokade laut terhadap Arab Saudi dan melancarkan serangan ke wilayah selatan negara tersebut.

Sementara Arab Saudi telah memimpin koalisi yang memerangi Houthi sejak 2015.

Baca Juga: Libatkan Sejumlah OPD di MPLS Sekolah Rakyat

Radius Peringatan

 

Ketegangan Arab Saudi dengan kelompok Houthi membuat kondisi di Makkah dan Jeddah dalam radius peringatan.

Kondisi itu berpotensi mengganggu ibadah umrah, termasuk dari Indonesia.

Merespons situasi terkini di Saudi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengeluarkan peringatan untuk calon jamaah umrah.

Intinya, mereka diminta untuk terus mengecek jadwal penerbangan kepada travel atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Jangan sampai sudah di bandara keberangkatan, tetapi ada penundaan penerbangan akibat perang.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo meminta jamaah tetap tenang melihat situasi terkini di Saudi.

Baca Juga: Komisi IV DPRD NTB Kejar Penyelesaian Perda Pertambangan Rakyat

“Bagi yang belum berangkat, terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing dan memantau perkembangan penerbangan," katanya. (lyn/wan/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
konflik Yaman jet tempur F-15 houthi yaman Arab Saudi