ALI ROJAI, Mataram
USAHA kuliner di Kota Mataram semakin beragam. Berbagai olahan makanan tersaji dan mampu memanjakan lidah pencinta kuliner.
Salah satu yang paling ngetrend belakangan ini adalah Ayam Geprek. "Yang jelas, berbeda dari yang lain," kata pemilik warung Jagoan Ayam Geprek Dedi Iskandar Putra.
Yang membedakan, kata Dedi, varian sambal yang digunakan. "Varian rasa sambalnya ada enam," tuturnya.
Enam sambal itu antara lain, sambal original, bawang, hitam, kacang, terasi, dan sambal for kids. “Kalau sambal for kids ini untuk anak-anak,” ujar Dedi tersenyum.
Ia melihat sebagian besar pengunjung atau yang memesan via telepon memilih sambal original. Hal ini kata dia, sesuai karakter masyarakat Lombok yang suka masakan pedas.
Usaha ayam geprek Dedi, launching akhir Desember 2019 lalu. Ia awalnya menyewa sebuah toko di Jalan Bung Hatta. "Sebelum menjual ayam geprek, dulu saya menjual es dan roti bakar. Es yang saya buat kadang saya titip jual di sekolah-sekolah,” kenang pria asli Kabupaten Lombok Utara itu.
Selama tiga bulan berjualan ayam geprek, Dedi mengaku sudah meraup keuntungan. Dari yang biasanya mengambil ayam ke distributor hanya Rp 8 kilogram, kini menjadi 12 kilogram per hari. “Kalau ada acara, kadang banyak pesenan,” tutur Dedi.
Untuk harga, ia samakan dengan harga ayam geprek lainnya. Hanya saja, ia memiliki paket spesial. Setiap Sabtu dan Minggu ia membuka paket weekend yang hanya bayar Rp 15 ribu, pelanggan sudah dapat nasi, ayam, dan es teh. “Kalau hari biasa kita jual Rp 14 ribu tanpa es teh,” ucapnya.
Ia merasakan bisnis yang digelutinya cukup ramai. Pesanan yang datang secara online diakui membuat usahanya makin berkembang. “Yang buat ramai, memang pesanan online,” ujar bapak dua anak ini.(*/r3)
Editor : Administrator