Dijelaskan, hampir semua anggaran di Dispar dialokasikan untuk penanganan Covid-19. ”Kalau anggaran nanti kita liat di ABT (Anggaran Belanja Tahunan). Apakah masih atau endak,” ucap dia.
Namun kabar baiknya, sudah 137 hotel melati dan bintang di Mataram kembali buka. ”Begitu buka langsung ramai endak mungkin lah,” terang pria berkepala plontos ini.
Namun begitu tambah dia, dengan kembalinya hotel beroperasi paling tidak membuat karyawan yang dirumahkan bisa kembali bekerja. Dia ingin hotel-hotel di Kota Mataram lebih kreatif. Mereka bisa menonjolkan keunggulan guna mendatangkan para tamu. ”Hotel Fizz sekarang orientasinya bukan lagi ke kamar. Tapi bagaimana mempromosikan makanan,” contohnya. (jay/r9)
Editor : Baiq Farida