Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

New Normal, Pasar Hewan Selagalas Kembali Dibuka

Baiq Farida • Jumat, 26 Juni 2020 | 15:21 WIB
Ilustrasi Pasar Ternak (dok. Lombok Post)
Ilustrasi Pasar Ternak (dok. Lombok Post)
MATARAM–Pasar Hewan Selagalas kembali dibuka, Kamis (25/6/2020). Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Mutawalli mengatakan, hal itu dilakukan karena banyaknya permintaan masyarakat untuk menghidupkan kembali perekonomiannya.

 

”Para penjual, penjagal, pengusaha, semua kalangan minta untuk buka. Biarlah mereka mengais rezeki setelah tiga bulan ekonominya mati suri,” katanya kepada Lombok Post.

 

Hari pertama beroperasi, aktifitas terbilang sepi dibanding dulu. Jumlah pedagang sapi berkurang, dibarengi penurunan jumlah pembeli. Wahid, salah satu pedagang sapi menduga hal itu lantaran pedagang asal kabupaten lain belum banyak mengetahui perihal beroperasi kembalinya pasar hewan tersebut. ”Sepi, mungkin karena hari pertama belum banyak yang tau kalau pasarnya sudah buka,” katanya.

 

Sepinya aktifitas pasar membuat beberapa pedagang memilih menurunkan harga sapinya. Hal itu terpaksa dilakukan supaya mereka tidak pulang dengan tangan kosong. Terlebih, para pembeli juga cukup alot saat melakukan negosiasi. ”Beberapa jenis sapi tertentu kami turunkan harganya. Supaya lebih cepat mendapat kesepakatan dengan pembeli,” tuturnya.

 

Ketua Jagal Kota Mataram Muhidin membenarkan adanya penurunan harga sapi tersebut. Menurutnya, jika kondisi pasar bisa kembali ramai seperti dulu, maka harga sapi normal kembali. Meski hal itu terbilang cukup sulit akibat himbauan physical distancing, serta pengawasan ketat dari gugus tugas penanganan Covid-19 yang berjaga di sekitar. ”Kalau pasar sudah dibuka 3-4 kali mungkin bisa normal kembali. Karena pedagang juga tidak mungkin mau merugi terus-terusan kan,” jelasnya.

 

Meski begitu, dibuka kembalinya pasar hewan Selagalas tetap membawa keuntungan bagi beberapa pihak. Salah satunya pemilik warung kaki lima. Hayawati, misalnya. wanita paruh baya ini akhirnya kembali berpenghasilan sejak tiga bulan lalu berhenti jualan karena terdampak Covid-19. ”Mau jualan di mana lagi kalau bukan di sini. Jadi selama pasar ditutup, tidak ada uang masuk. Sekarang Alhamdulillah mulai ada meski tidak sebanyak dulu,” ujarnya. (eka/r9)

  Editor : Baiq Farida
#Pasar Hewan #selagalas #New Normal