”Selama lockdown, banyak orang mencari kesibukan di rumah dengan memelihara tanaman hias,” kata Devi Oktavia, pemilik Green Souvenir Lombok, kepada Lombok Post, kemarin (17/7).
Bisnis ini digeluti bersama ibu dan kakaknya. Dimulai sejak tahun 2017, saat ini ia sudah menjual lebih dari 100 jenis tanaman hias. ”Tumbuhan yang paling banyak digemari adalah kaktus mini, monstera, dan kaktus koboi,” katanya.
Dia coba menghadirkan beragam paket untuk konsumen. Seperti, satu paket berisi sepuluh jenis kaktus mini berbeda. Harga satuannya hanya Rp 10.000 saja. Tidak heran, setiap hari ada saja pengunjung datang ke rumah yang berada di kawasan Jalan Langko ini.
”Kalau beli eceran, satu pot harganya Rp 12.000. Itulah mengapa paket kaktus mini selalu diiserbu pembeli. Sehari saja bisa laku 10-12 paket,” ujarnya.
Tak hanya untuk mempercantik spot-spot di dalam rumah. Tanaman hias juga bisa dijadikan souvenir pernikahan. ”Karena souvenir tanaman hias merupakan item baru dan unik saat acara pernikahan,” katanya.
Tanaman termahal dijual seharga Rp 1,3 juta. Yakni Monstera Variegata. Ukurannya yang kecil nyatanya tetap bisa menarik minat para pecinta tanaman hias. ”Satu pohon hanya ada dua daun kecil. tapi, tetap ada saja penghobi yang mau membeli tanaman mahal. Terutama dari kalangan ibu-ibu,” katanya.
Modal awalnya Rp 500.000. Kini ia bisa meraup untung Rp 8.000.000 hingga Rp 10.000.000 perbulan. Banyaknya pebisnis serupa justru membuat pihaknya lebih santai menerima pesanan. ”Santai, tapi penghasilan tetap stabil,” ujar wanita berjilbab ini.
Menjalani bisnis tanaman hias, kata dia, bukan berarti tidak ada kendala yang dialami. Tanaman yang dikirim dari luar kota, bisa saja rusak bahkan mati di perjalanan ekspedisi. Juga, perawatan yang harus dilakukan untuk masing-masing tanaman pun berbeda-beda.
”Kalau rusak, tidak bisa dijual. Kalau salah cara perawatannya, tumbuhnya jadi tidak menarik. Karena harga bergantung pada kecantikan tanaman itu sendiri,” jelasnya.
Sophia Endrawan, salah satu pecinta tanaman hias membenarkan Korona membuat dirinya bisa kembali menggeluti hobinya. ”Dari dulu memang suka melihat aneka tanaman. Tapi kesibukan membuat saya jarang merawatnya. Saat ini sedikit demi sedikit mulai kembali mengoleksi di rumah,” ceritanya. (eka/r9)
Editor : Baiq Farida