Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Dia MONES, Sabun Cuci Piring Produk Lokal, Kualitas Nasional

Baiq Farida • Sabtu, 25 Juli 2020 | 11:12 WIB
PROSES PENGEMASAN : Karyawan sabun cuci piring lokal merk Mones melakukan proses pengemasan di rumah produksi PT Graf Monesindo Persada, Kamis (23/7/2020) lalu.
PROSES PENGEMASAN : Karyawan sabun cuci piring lokal merk Mones melakukan proses pengemasan di rumah produksi PT Graf Monesindo Persada, Kamis (23/7/2020) lalu.
MATARAM–Siapa bilang produk lokal hanya sebatas barang ecek-ecek tak berkelas. Satu demi satu produk NTB menunjukkan diri mampu menyamai kualitas produk nasional.

Terbaru, PT Graf Monesindo Persada, coba membuat sabun cuci piring Mones. ”Selama ini produksi selalu dianggap susah. Perlu modal tinggi dengan peralatan canggih. Padahal kita bisa berkreasi ciptakan produk demi melayani kebutuhan warga di sekitar kita,” kata Muhammad Hafidz, founder sekaligus pimpinan PT Gref Monesindo Perkasa.

Mones, yang berarti bersih kinclong, diyakini sudah memenuhi seluruh standar kualitas industri.  Memiliki izin edar, bersertifikat MUI, bahkan punya barcode internasional untuk memudahkan proses ekspor. Busa melimpah dengan harga ekonomis jadi daya tarik utamanya.

”Isinya lebih banyak dari sabun merk terkenal. Yakni 125 ml seharga Rp 2.000 saja. Juga lebih menarik dengan kemasan full print,” katanya.

Usaha yang berdiri sejak Maret 2019 ini mampu memproduksi sedikitnya 3.000 Mones per hari. Lombok Timur, disasar menjadi lokasi potensi distribusi utama. Satu orang salesman akan meng-cover 1.400 kios di sana. Masing-masing kios diberi enam kemasan untuk dijual.

”Terpenting barangnya mulai dikenal, ada di mana saja, dan dapat terjual secara cepat. Karena saat ini belum memungkinkan untuk langsung menumpuk barang di satu outlet dengan saingan merk terkenal,” jelas Marketing Distribusi Mones Parlin Prihatin.

Ditambahkan, pemasaran di Kota Mataram baru akan dilakukan mulai minggu depan. Fokusnya pun masih pada kios dan usaha-usaha kecil masyarakat. Salah satunya melalui outlet Kios Lebui. ”Untuk toko dan mall modern baru akan disasar jika masyarakat sudah familiar dengan produk ini,” tambahnya.

Dijelaskan Hafidz, dalam waktu dekat pihaknya akan menambah tiga orang tenaga pemasaran demi memperluas jumlah kios yang dikunjungi.Targetnya, 50.000 hingga 60.000 kemasan mampu terjual dalam sebulan.

”Jumlah itu masih sangat kecil sekali dibanding serapan pasar produk sejenis di Lombok Timur berpenduduk sekitar satu juta orang,” imbuhnya.

Seluruh proses produksi IKM sabun cuci piring Mones dikerjakan oleh tenaga-tenaga lokal NTB. Alat pengisi dan penutup kemasan pun menggunakan buatan lokal yang diinisiasi oleh SMKN 2 Kuripan. Ia berharap, upaya ini dapat menjadi contoh untuk menggerakkan potensi ekonomi dan SDM lokal.

”Untuk apa pakai produk luar kalau kita bisa produksi sendiri. Tinggal cari ilmunya di Youtube. Soal pasar, kenalkan saja. Kalau konsisten akan terbiasa. Efek dominonya amat banyak,” katanya semangat. (eka/r9)

 

  Editor : Baiq Farida
#Mones #NTB #Sabun Cuci Piring