Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Baiq Farida • Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:26 WIB
TRANSAKSI: Salah satu nasabah Pegadaian Mataram, di Jalan Airlangga yang datang untuk menggadaikan emas miliknya, Senin (10/8/2020).
TRANSAKSI: Salah satu nasabah Pegadaian Mataram, di Jalan Airlangga yang datang untuk menggadaikan emas miliknya, Senin (10/8/2020).
MATARAM–Harga emas terus melonjak di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi akibat pandemi. Pada Senin, (10/8/2020), harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang ada di pegadaian ukuran 1.0 gram mencapai Rp 1.105.000. Sedangkan harga emas PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) Rp 1.094.000.

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Transaksi untuk menaikkan nilai pinjaman dari agunan nilai emas nasabah pun ikut melonjak. ”Karena harga emas naik, nasabah cenderung menaikkan pinjamannya. Dengannya mereka bisa menutupi sewa modal yang belum terbayarkan pada kredit sebelumnya. Tambahannya bisa mereka gunakan untuk membeli kebutuhan harian,” ujarnya.

Selain itu, tren menabung emas juga alami kenaikan. Menurut wanita dua anak tersebut, masyarakat kini mulai menyadari bahwa berinvestasi, khususnya emas, bisa menjadi solusi saat krisis ekonomi. Meski jumlahnya belum banyak, namun sebagian besar dinilai sudah mulai melirik logam mulia tersebut. ”Karena harga emas cenderung naik setiap tahun. Sehingga cocok dijadikan investasi jangka panjang. Harga pun ditentukan dari nilainya serta harga pasar internasional,” jelasnya.

Tabungan emas dari pegadaian ini layaknya tabungan umum di bank. Nasabah bisa meyetorkan sejumlah uang untuk membeli emas. Nantinya, jumlah uang tersebut akan dikonversi ke dalam bentuk gram emas dan tercatat di buku tabungan emas nasabah. Kemudahan ini membuat penabung didominasi oleh kalangan muda.Ia memperkirakan, terdapat lebih dari 100 nasabah tabungan emas dari seluruh cabang pegadaian di Kota Mataram.

”Kita gencarkan melalui webinar-webinar investasi. Jika dilakukan secara offline atau seminar tatap muka, jumlahnya tentu bisa lebih banyak,” katanya.

Untuk memudahkan nasabah baru, terdapat aplikasi Pegadaian Digital yang dapat diunduh.Dari sana pengguna bisa dipantau fluktuasi harga emas, jual beli emas, hingga gadai tabungan emas. Bisa juga mencetak bentuk fisik emas dengan berat minimal 1,0 gram.

”Segala jenis transaksi di pegadaian, semuanya bisa dilakukan di aplikasi. Upaya ini juga sekaligus meminimalisir kunjungan ke kantor pegadaian sebagai upaya pencegahan Covid-19,” imbuhnya.

Salah satu nasabah, Erni mengatakan cukup beruntung telah melakukan investasi emas sejak 2019 lalu. ”Saya gadai semua emasnya. Alhamdulillah bisa jadi uang pegangan kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Disinggung mengenai tabungan emas, ia mengatakan tertarik mengajak anaknya untuk mulai berinvestasi. ”Saya rasa menabung emas cocok dilakukan untuk berjaga-jaga dari kemungkinan terburuk,” kata wanita berkerudung tersebut. (eka/r9)

  Editor : Baiq Farida
#Pegadaian #naik #harga emas #antam