Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tuntas, Bulog NTB Distribusi 15.000 ton Beras Bansos ke KPM

Baiq Farida • Jumat, 6 November 2020 | 14:13 WIB
JAGA PASOKAN: Seorang petugas memeriksa stok beras yang ada di gudang penyimpananan beras Bulog di Sweta.
JAGA PASOKAN: Seorang petugas memeriksa stok beras yang ada di gudang penyimpananan beras Bulog di Sweta.
MATARAM–Bulog NTB telah merampungkan penyaluraan program bantuan sosial (Bansos) pada 339 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka telah menerima 15 kilogram beras selama tiga bulan sejak Agustus lalu. Total yang disalurkan 15.000 ton beras medium.

”Kinerja NTB peringkat ketiga tercepat penyalurannya,” ujar Pimpinan Wilayah (Pinwil) Perum Bulog NTB Abdul Muis, Kamis (5/11/2020).

Penyaluran beras sempat terkendala di bulan awal distribusi. Hal itu disebabkan pola distribusi yang masih perlu banyak penyesuaian.

”Kita segera adaptasi bulan kedua dan ketiga untuk kinerja lebih optimal,” katanya.

Selain dirasakan oleh keluarga penerima manfaat PKH, program bansos beras juga dinilai menguntungkan bagi para petani. Mereka merupakan kelompok masyarakat terdampak Covid-19. ”Kita tidak segan menyerap beras yang ada dari petani NTB karena ada kepastian pasar,” katanya.

Total serapan gabah dari petani mencapai 60 ribu ton. Untuk stok beras di NTB, masih ada 27 ribu ton yang tahan selama tujuh bulan. Setidaknya hingga waktu panen berikutnya.

”Saat ini juga masih panen jumlah kecil. Karena ketersediaan harus selalu standby,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ahsanul Khalik, kepala Dinas Sosial NTB mengapresiasi kinerja Bulog NTB. ”Kita kalah dari Bali karena jumlah distibusi mereka lebih kecil. Tapi secara nasional, kita lebih unggul. Ini menunjukkan kinerja yang bagus,” katanya.

Dikatakan, jumlah persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) daerah masih stabil. Rinciannya, pemrov sebanyak 200 ton, dan masing-masing kabupaten masih punya 100 ton. Beras ini dikelola oleh pemerintah pada Perum Bulog. Dengan arah penggunaan untuk penanggulangan keadaan darurat bencana dan kerawanan pangan pasca bencana. ”Kalau jumlahnya masih kurang, baru menggunakan stok yang dimiliki Dinas Ketahanan Pangan,” katanya. (eka/r9) Editor : Baiq Farida
#Bulog NTB #KPM PKH #Distribusi Beras Bansos