MATARAM-Gili Hotels Associations menilai, pemerintah perlu mengambil langkah pasti untuk menggaet kunjungan wisatawan ke kawasan Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air). Terutama selama momentum perhelatan MotoGP. Lokasi ini bisa dijadikan salah satu pilihan akomodasi wisatawan saat seluruh hotel di daratan Lombok penuh.
Untuk itu, baik pemerintah maupun penyelenggara dan pihak terkait diminta melakukan pendataan ulang. Untuk menjumlahkan berapa potensi akomodasi yang bisa menampung tamu nantinya.
”Ini harus didata ulang, operasional, kesediaannya seperti apa dan lainnya,” kata Lalu Kusnawan, ketua GHA, (14/1).
Polanya, pemerintah bekerja sama hingga ke tingkat desa, dusun, dan RT melakukan pendataan. Untuk mengetahui ketersediaan kamar berikut tambahannya seperti sarhunta, kos-kosan, private villa, homestay, dan lainnya yang bisa dijadikan akomodasi tambahan.
Terlebih permintaan akomodasi selama periode Maret nanti memang mulai berdatangan. Namun kepastian booking penginapan bahkan down payment untuk mengunci harga sama sekali belum diterima pihaknya. Padahal, DP ini amat dibutuhkan untuk kembali menghidupkan roda operasional dan maintenance perhotelan setempat.
Hingga saat ini baru ada sekitar 40 persen properti yang beroperasi. Secara normal jumlah kamar tersedia sekitar 6.000 dengan kapasitas tamu sekitar 12.000 di tiga gili. Namun karena banyak tutup, hingga kini belum dapat dipastikan berapa kamar yang bisa disediakan.
Setelah mengetahui data pasti, bisa dilakukan down payment dahulu untuk mengunci kamar dan harga. DP ini digunakan pengusaha sebagai modal memulai kembali operasionalnya dan mempersiapkan kedatangan tamu. ”Kalau DP juga sudah di tangan sehingga persiapan bisa maksimal,” katanya.
Jika digencarkan, pendataan dipastikan selesai hanya dalam waktu satu pekan. Pihaknya pun memastikan penerapan kenaikan tarif bisa saja dilakukan. Namun masih dalam batas wajar karena harus melihat berbagai sisi. Karena budget yang harus dikeluarkan tamu untuk penyeberangan, biaya transportasi di darat ke lokasi event, dan lainnya saja sudah cukup besar. ”Kalau di darat si 99,9 persen akan terisi hingga di Tanjung sekali pun. Kita ini yang butuh perhatian ekstra,” katanya.
Lalu Agung Satria, manager Camilla Resort Gili Air khawatir dampak event MotoGP tak jauh berbeda dengan WSBK. Kala itu, tak banyak pengunjung yang memilih menginap di sana. Selain karena jarak dengan lokasi event yang cukup jauh, juga budget yang dikeluarkan juga harus bertambah untuk biaya penyeberangan. Kondisi di Gili Air juga masih jauh dari normal sejak kemunculan pandemi Korona.
”Kemarin paling terisi sampai Senggigi saja, di sini tidak ada,” imbuhnya. (eka/r9)
Editor : Galih Mps