"Sepi kalau Ramadan, karena kurangnya event-event," kata Dewan Kehormatan PHRI NTB I Gusti Lanang Parta, Kamis (31/3/2022).
Ia menjelaskan, ketika situasi sebelum pandemi, saat bulan puasa tiba selama 10 hari pertama kondisi hotel-hotel memang sepi. Tidak hanya tamu yang menginap termasuk kegiatan MICE pun demikian. Situasi akan kembali ramai memasuki pertengahan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Kebanyakan agenda buka puasa bersama, pertengahan bulan hingga jelang hari raya," tambah GM Hotel Lombok Raya Mataram ini.
Lantaran okupansi hotel sepi saat bulan Ramadan, sambungnya, saat ini beberapa hari terakhir jelang puasa hotel-hotel diramaikan dengan agenda MICE. Meski demikian, ia harap situasi semakin membaik pasca pandemi Covid-19.
Terpisah, Ernanda Agung sebagai pelaku pariwisata membenarkan okupansi hotel selama Ramadan sepi dari tamu. Persentasenya kurang dari 50 persen.
"Sudah biasa turun okupansi saat Ramadan, kebanyakan karena orang mengurangi aktivitas," katanya.
Menurutnya, situasi tersebut tak membuat hotel berdiam diri. Tentu setiap hotel memiliki promosi-promosi buka puasa bersama.
"Kami harapkan puasa tahun ini lebih baik ya, dengan kebijakan pemerintah bebas PCR dan Rapid Antigen, semoga diperbolehkan juga berbuka puasa di hotel," tandas mantan GM Golden Palace Hotel Lombok itu. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida