Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dorong Wisata NTB, Penerbangan Internasional Harus Kembali

Galih Mps • Senin, 13 Juni 2022 | 21:30 WIB
MENGUDARA: Sebuah pesawat sesaat lepas landas dari Bandara ZAM, Lombok, Kamis (7/2).
MENGUDARA: Sebuah pesawat sesaat lepas landas dari Bandara ZAM, Lombok, Kamis (7/2).

MATARAM-Dalam mendorong wisatawan datang ke NTB, penerbangan langsung internasional harus kembali.


”Sebelum pandemi, saya rasa direct flight internasional sudah banyak yang langsung ke Lombok,” kata Kepala BPS NTB Wahyudin, pada Lombok Post, Minggu (12/6).


Ada beberapa negara potensial yang perlu dilirik. Apalagi fasilitas BIZAM semakin baik.


”Rute negara yang sangat potensial mendatangkan wisatawan ke NTB itu Australia, Malaysia, dan Singapura,” terangnya.


Ditegaskan, transportasi udara harus mulai ditingkatkan kembali. ”Karena kalau lihat sekarang, orang masih melihat harga tiket ke NTB mahal. Dengan ada penerbangan langsung bisa memangkas harga tiket,” terangnya.


Pemprov NTB tegasnya harus mempromosikan terus potensi yang ada. Sehingga penerbangan langsung bisa dikembalikan dan menumbuhkan wisatawan yang datang ke NTB.


”Sekarang potensi yang banyak itu dari negara Asia bagian selatan,” tuturnya.


Rilis BPS NTB beberapa bulan belakangan ini menunjukkan tidak ada penumpang dari luar negeri. Padahal potensi itu dimiliki NTB untuk bisa mendatangkan wisatawan mancanegara langsung, tanpa harus lewat daerah lainnya.


”Sekarang yang langsung luar negeri tidak ada, jadi penumpang mancanegara harus transit ke daerah lainnya bukan langsung ke Lombok,” imbuhnya.


Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan kebutuhan penerbangan langsung menyesuaikan pasar. Untuk penerbangan langsung luar negeri masih diakomodir Jakarta dan Bali. Seperti Batik Air menawarkan kembali pilihan Kuala Lumpur, Malaysia dan Bali, Indonesia menuju destinasi unggulan di Australia.


Bagi masyarakat yang berasal dari Medan, Batam, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Makassar, Manado, Kendari, Ambon, Lombok, Kupang, Labuan Bajo, Maumere, Ende mendapatkan keuntungan hanya transit sekali. Yakni di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk melanjutkan penerbangan ke Melbourne, Australia.


”Kami kedepannya juga terus melihat permintaan pasar,” terang dia.  (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#BIZAM #pesawat