Lima ratus bibit diantaranya dibagikan secara simbolis dan diterima langsung Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman di Ponpes Dalfizh, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (30/8/2022).
"Kami pilih ponpes ini karena dia di area perkotaan, serta melihat semangat Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman untuk membangun ponpes yang produktif, baik pada santrinya ataupun masyarakat," ungkap Kepala KPw Bank Indonesia NTB Heru Saptaji.
Heru menilai, urban farming dengan melibatkan ponpes di perkotaan amatlah penting. Sebab, diharapkan dapat menguatkan berbudidaya pekarangan menjadi bagian perilaku masyarakat.
"Kita melihat ponpes yang ada sudah mulai melakukan aktifitas ekonomi produktif, artinya mereka punya semangat untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren lebih baik lagi," terangnya.
"Bukan hanya gerakan menanam cabainya, tetapi bagaimana membangun aktifitas ekonomi produktif di pesantren menjadi bagian penting didalamnya," tambah mantan Kepala KPw Bank Indonesia Tasikmalaya ini.
Terpisah, Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman mengapresiasi, gerakan yang dilakukan Bank Indonesia sebagai upaya pengendalian inflasi pangan. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, sudah sangat membantu akan kebutuhan cabai rawit ketika harganya meroket.
"Akan sangat membantu kebutuhan keluarga pada sektor pangan, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli cabai," pungkas mantan anggota DPRD Kota Mataram ini. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida