SAMBAL merata digunakan dalam berbagai jenis kuliner Indonesia. Pelengkap makanan inilah yang dilirik Sophya Chandra, warga Lingkungan Abiantubuh, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Sambal buatannya ternyata diminati pasar, baik dalam hingga luar negeri.
Sophya Chandra menuturkan ide awal membuat Sambal Encim karena ia dan keluarganya suka makan sambal. Terlebih keluarganya memiliki hobi memasak. ”Tante saya punya resep tentang sambal ini, lalu saya mencoba-coba mengkreasikan sambal resep dari tante saya,” katanya.
Dengan memadukan kesukaannya makan sambal dan keahlian memasaknya, Sophya Chandra berhasil mengkreasikan sambal berbagai varian. Mulai dari sambal original, sambal terasi taliwang, sambal plecing kangkung, sambal cabai hijau, hingga sambal ikan bajo dan tuna asap.
Saat ini, Sambal Encim sudah tembus pasar luar negeri, seperti Hongkong, Malaysia, Singapura, Australia dan berbagai negara di Eropa. ”Sambal Encim sudah dikirim ke seluruh Indonesia maupun berbagi kota di luar negeri dan respons mereka sangat senang sekali karena bisa menikmati makanan khas Indonesia terutama dari Pulau Lombok ini,” ungkap Sophya.
Dengan empat orang karyawannya, dalam sehari Sophya mampu memproduksi 50-100 botol tiap variannya. Satu botol Sambal Encim dijual dengan harga Rp 27 ribu, dengan rata-rata omset per bulan mencapai Rp 20-30 juta. ”Produksi dalam satu hari itu mencapai 100 botol kurang lebih, sekitar 15 hingga 20 kg cabai yang dihabiskan,” kata ibu satu anak itu.
Hampir satu dekade berjualan sambal, kendala bukannya tak ada. Biasanya soal ketersediaan bahan baku dan harga cabai yang fluktuatif. Parahnya, harga cabai Lombok sempat menembus harga Rp 100 ribu per kg, terlebih harga minyak goreng dan BBM naik. Itu membuat sambal olahannya juga sedikit mengalami kenaikkan harga. ”Kita tidak bisa naikin banyak tapi ada sedikit kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya , seperti minyak goreng, BBM, dan botolnya sendiri juga mengalami kenaikkan,” ucap Sophya.
Saat ini, Sophya tengah membuat varian sambal baru, yakni sambal makan khas Sasak, hingga makanan khas Lombok siap saji dalam kemasan, yang diharapkan mampu bertahan lama. Sehingga sangat cocok untuk buah tangan. Sambal Encim bisa dijumpai di seluruh toko oleh-oleh di Pulau Lombok, atau di berbagai platform digital hingga media sosial. (ewi/r9)
Fun fact
- Bermula dari hobi masak dan makan sambal
- Omzet Rp 20-30 juta perbulan
- Ekspor hingga Hongkong, Malaysia, Singapura, Australia dan Eropa