Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Antisipasi Arus Mudik, KM Dharma Rucitra VIII Disiapkan di Lembar

Galih Mps • Senin, 27 Maret 2023 | 16:30 WIB
SANDAR DI GILI MAS: Inilah KM Dharma Rucitra VIII di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, akhir pekan lalu.(NURUL/LOMBOK POST)
SANDAR DI GILI MAS: Inilah KM Dharma Rucitra VIII di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, akhir pekan lalu.(NURUL/LOMBOK POST)

MATARAM-Dicabutnya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Indonesia diperkirakan akan membuat lonjakan arus mudik tahun ini. Hal inilah yang mulai diantisipasi pihak Pelabuhan Lembar. ”Untuk antisipasi peak season pada angkutan lebaran 2023, kami siapkan enam armada. Salah satunya KM Dharma Rucitra VIII kapal yang paling besar untuk rute lintasan panjang,” kata Kepala Cabang Dharma Lautan Utama Cabang Lembar Eko Santoso, akhir pekan lalu.


Ia mengatakan keenam armada yang disiapkan untuk arus mudik tahun ini terbagi dua. Lintasan panjang ada KM Dharma Rucitra VIII, KM Kirana VII, dan KM Dharma Rucitra VII. Lintas pendek ada KM Dharma Ferry VIII dan KM Dharma Kencana IX. Serta lintas menengah ada KM Dharma Ferry IX. Armada pun telah mulai disiapkan untuk arus mudik tahun 2023 ini sejak H-30 sampai dengan H+30 nantinya. ”Kita berharap untuk penumpukan penumpang tidak hanya H-7 hingga H+7, tapi bisa menyebar satu bulan sebelum hingga satu bulan setelah lebaran,” tuturnya.


KM Dharma Rucitra VIII ini merupakan kapal untuk lintas panjang dari Surabaya-Lombok-Labuan Bajo-Ende PP. Dengan adanya armada ini diharap bisa mengurai lonjakan penumpang lebaran. ”Kalau kami rasakan lonjakan itu nantinya akan merata,” terangnya.


Sekretaris  Direktorat Divisi Usaha DLU Fadjar H Seputro mengatakan KM Dharma Rucitra VIII  memiliki panjang 146 meter dengan lebar 26 meter. Rute yang dilalui kapal ini Jawa Timur, NTB, NTT PP. Kapal memiliki kapasitas 1.012 orang penumpang, 78 truk besar, 190 mobil kecil dengan gabungan kendaraan roda dua. ”Kalau jumlah tempat tidur sesuai dengan jumlah kapasitas penumpang, yang kapasitas tempat tidur terbagi atas kelas ekonomi, kelas I, kelas II, kelas III, single cabin, double cabin, kamar executive sea view, dan kamar VIP sweet,” terangnya.


Waktu tempuh Surabaya-NTT kurang lebih 40 jam. ”Sedangkan kalau waktu tempuh Surabaya ke Lombok itu bisa kurang lebih 15 hingga 16 jam. Lebih cepat dari KM Kirana VII,” tuturnya. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#lebaran #asdp