RUMAH Makan Murah Sukaraja Barat, Ampenan yang dikenal dengan Nasi Sukaraja (Dalam) cukup lama eksis di kota tua Ampenan, Ampenan Tengah, Kota Mataram. ”Dulunya (tahun 1960-an) jualan nasi ini harganya Rp 25 per porsi,” kata pemilik rumah makan Hj Saimah pada Lombok Post, pekan lalu.
Kini harganya Rp 20 ribu per porsi. Tetapi bila ada mahasiswa atau pelajar yang belanja untuk makan, masih diberikan Rp 15 ribu per porsi.
Ia sudah membuka warung makan ini sebelum memiliki anak seperti saat ini. Setelah berjualan kurang lebih 20 tahun di depan jalan utama Ampenan Tengah, dia pindahlah tempat berjualan. Kini ke dalam, namun tidak jauh dari tempat jualan awal. Kurang lebih pindah jualan ke dalam itu sekitar tahun 1980-an. Lokasi berjualan tersebut inilah yang menjadi tempat jualan hingga saat ini. ”Awalnya saya jualan di depan dan saat itu belum banyak yang jualan nasi dan makanan,” terangnya.
”Saya mencoba satu lauk yang menjadi ciri khas nasi saya yaitu menyediakan ayam goreng manis yang kala itu memang jarang ada,” tambahnya.
Ternyata ayam goreng manis inilah yang menjadikan pembeda dengan warung nasi lain. Untuk rasa, ayam goreng manis yang disajikan selalu dijaga sampai dengan sekarang. Ayam yang digunakan juga harus ayam kampung, agar bumbu bisa meresap hingga di dalam ayam tersebut. ”Saya berusaha menjaga,” ujarnya.
Memastikan tak ada yang berubah, hingga kini dia masih turun tangan langsung. Bila dirasakan ada rasa yang kurang, maka dirinya akan meminta tambahan bumbu pada juru masaknya. ”Saya ingin cita rasa khas untuk bisa dirasakan hingga sekarang,” imbuhnya.
Dulunya lauk yang disajikan tidak hanya ayam goreng manis. Saat itu ada juga tempe orek, perkedel, dan daging gulai. ”Dulu daging murah, jadi salah satu lauk yang saya sajikan daging gulai, tapi berhubungan harga sekarang lumayan, jadi diganti hati ampela,” jelasnya.
Dia bisa menghabiskan rata-rata 50 kilogram beras sehari sebelum pandemi. Namun setelah ada pandemi memang berkurang, menjadi kisaran 20 kilogram beras sehari. ”Banyak faktor, salah satunya pandemi,” tuturnya.
Terkait waktu ramai, biasanya kala waktu makan siang. Kelebihan lain yang membuat dagangannya cukup laris adalah pada porsi yangdisajikan. Orang menyebutnya dengan porsi kenyang, karena banyaknya sajian yang diberi. (nur/r9)
Editor : Galih Mps