GIRI MENANG-Jagung menjadi salah satu komoditas yang cukup banyak ditanam di NTB. Salah satunya di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat yang sedang melakukan panen raya.
”Kemarin (Februari, Red) naik tapi sebentar, mungkin diperkirakan naik lagi seminggu sebelum lebaran. Kita perlu wanti wanti,” kata Fandi checker jagung di KUD Petak ini terkait harga jual saat ini.
Salah satu kendala saat ini adalah cuaca yang tidak menentu. Itu yang mengakibatkan panen jagung juga sedikit berisiko. Karena akan mempengaruhi kualitas dan jumlah jagung yang akan dipanen. ”Kalau stok jagung sedikit nanti harganya naik. Biaya armada pengangkutan juga bisa menyebabkan kenaikan harganya,” katanya.
Diterangkan, KUD bertugas mengelola pasca panen jagung. Setelah diangkut dari ladang panen jagung akan dibawa ke KUD. Tongkolan jagung dijemur kemudian melewati tahap pengeringan, terakhir dipipil.
Terkait permintaan jagung, biasanya berasal dari Bali dan Jawa. ”Satu minggu biasanya kita melakukan pengiriman tiga sampai empat kali,” ucap pria asal Gerung itu.
Harga jagung saat ini Rp 5000 per kilogram untuk semua jenis jagung. Ini dibilang cukup normal, padahal awalnya bisa Rp 4.500/kg. Tingkat kadar air pada jagung mempengaruhi kualitas dan harga jagung. Kadar air yang baik ada di angka 15 persen ke atas. ”(Kalau, Red) terlalu tinggi itu ada kerusakan pada jagung. Itu juga tidak cocok untuk pasar yang menjadikan jagung sebagai bahan pokok makanan,” jelasnya. ”Kalau jagungnya dipegang licin dan tidak terasa lembab maka itu kadar airnya tinggi,” tambahnya. (cr-chia/r9)
Editor : Galih Mps