Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

eSIM Mulai Berkembang, SIM Card Biasa Tetap Eksis

Galih Mps • Jumat, 28 April 2023 | 17:30 WIB
ILUSTRASI: Pedagang kartu SIM seluler eceran yang tetap eksis, di tengah mulai berkembangnya era eSIM. (DOK/JAWA POS.COM)
ILUSTRASI: Pedagang kartu SIM seluler eceran yang tetap eksis, di tengah mulai berkembangnya era eSIM. (DOK/JAWA POS.COM)

JAKARTA-Belum lama ini XL Axiata mulai meluncurkan layanan kartu SIM seluler elektronik atau eSIM. Langkah XL Axiata ini menyusul Smartfren dan Indosat Ooredoo yang sudah lebih dulu memperkenalkan layanan eSIM di Indonesia.


Dengan eSIM, pelanggan tidak perlu menggunakan kartu SIM fisik di smartphone. Berarti dengan menggunakan eSIM, pelanggan tidak harus membeli kartu SIM fisik di toko. Lantas, bagaimana nasih pedagang kartu SIM seluler eceran nantinya seiring era eSIM mulai tiba?


Direktur & Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Muhammad Danny Buldansyah mengatakan, saat ini jumlah pelanggan yang menggunakan eSIM masih terbatas. Khusus pelanggan IOH, sejak meluncurkan e-SIM pada akhir 2022, jumlahnya baru sekitar 10.000 pelanggan dari total 102,2 juta pelanggan yang saat ini dimiliki IOH.


Danny berpendapat, keberadaan eSIM tidak akan mengganggu bisnis pedagang SIM card. Setidaknya untuk saat ini atau dalam beberapa tahun ke depan. ”Kalau dibilang kehadiran eSIM mengganggu bisnis penjual SIM Card atau tidak, menurut saya tidak,” kata Danny Buldansyah.


Danny menambahkan, bila pengguna eSIM sudah semakin banyak, nantinya pedagang SIM Card juga pasti akan melakukan adaptasi dengan ikut menjual eSIM. Untuk pelanggan IOH, Danny mengatakan, saat ini pembelian eSIM baru dilayani di beberapa gerai resmi IOH.


Pejualan e-SIM belum dilakukan di outlet yang saat ini menjual SIM Card. ”Pada saatnya nanti e-SIM ini berevolusi, makin lama makin gampang (dijual, Red). Tentunya penjual juga akan selalu beradaptasi, tadinya jualan SIM Card fisik menjadi jualan e-SIM. Jadi, nanti akan berevolusi,” ungkap Danny.


Danny juga menyebut kalau adopsi teknologi eSIM saat ini sebetulnya masih menghadapi sejumlah tantangan. Pasalnya smartphone yang sudah mendukung eSIM masih terbatas. Hanya smartphone kelas atas saja yang bisa menggunakan teknologi ini. ”Jumlah smartphone yang bisa eSIM belum banyak, masih yang high-end. Jadi, tergantung handset-nya, seberapa cepat dan seberapa murah yang bisa e-SIM,” pungkas Danny. (JPG/r9)

Editor : Galih Mps
#eSIM