Menurutnya, Pasar Rembiga berbeda dengan pasar tradisional umumnya di Kota Mataram. Dimana, pukul 06.00 Wita para pedagang sudah mulai berjualan.
“Jadi kalau warga ingin mencari kebutuhan pokok pada pagi atau selesai salat subuh bisa datang ke sini (Pasar Rembiga). Komoditas pertanian yang dijajakan di sini masih segar,” ucap Nida, sapaan karibnya.
Dia sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian Kota Mataram. Bahkan ia juga meminta petani agar memanfaatkan lapak di Pasar Rembiga menjajakan berbagai hasil pertaniannya. “Pedagang bisa berjualan sampai malam,” terangnya.
Dikatakan, pedagang bebas menggunakan lapak yang ada hingga jam berapa saja. Tergantung kemampuannya. Namun kedepan, lapak yang disiapkan bisa dimanfaatkan pedagang hingga malam hari. “Kita memperkenalkan keberadaan pasar ini,” cetusnya.
Selain itu tambah dia, lapak ini juga bisa dimanfaatkan pedagang kuliner. Karena saat ini baru sekitar lima pedagang yang memanfaatkan lapak tersebut. Sementara jumlah lapak yang disiapkan Dinas Perdagangan Kota Mataram sebanyak 20 unit.
“Pedagang kuliner kita siapkan tempat. Jadi kita pakai dua tempat kulinernya, sebelah selatan dan utara,” pungkasnya. (jay/r3) Editor : Administrator