MATARAM-Pasar Mandalika, Mataram sebagai salah satu pasar tradisional terbesar di Lombok tak lagi seramai dulu. ”Saya lihat dari kendaraan yang masuk tiap pagi itu agak berkurang sekarang,” kata Abdurrahim Anwar, kepala Pasar Mandalika.
Kondisi yang sepi ini juga bisa dilihat dari keadaan dalam los Pasar Mandalika. Tidak banyak penyewa atau penjual yang berjualan di dalam pasar. Dalam los ini juga tempat untuk penjual kacang-kacangan, namun pemasok atau penjual butuh tempat parkir truk. Sehingga banyak yang pindah ke luar pasar. ”Penjual sekarang lebih memilih berjualan di luar atau di pinggir pasar,” jelasnya.
Menurut Abdurrahim ini disebabkan juga karena pedagang Lombok yang sudah terbiasa dengan berjualan tanpa penyekat. Sehingga ia berharap agar sekat yang dibangun bisa dirobohkan.
Kondisi saat ini juga berdampak pada retribusi harian yang didapatkan pihak pasar. Yang biasanya retribusi harian mencapai 2,7 juta menjadi 2,4 juta. Retribusi harian disesuaikan dengan luas los atau toko yang disewa. Dan dipungut setiap hari jika berjualan saat itu. ”Kita memang mendapat teguran dari Disperindag karena menurunnya setoran, tapi kami berikan alasan kemudian bisa dimaklumi. Kadang pemerintah juga melakukan uji petik atau crosscheck untuk melihat keadaan pasar,” jelas Devi, juru pungut Pasar Mandalika.
Ia juga menyebutkan bahwa penjual sekarang sudah banyak yang berhenti berjualan. Mereka lebih banyak tertarik berjualan di rumah, membuka toko sendiri, dan berjualan onlinje. Banyak dari pedagang tidak tetap juga yang berjualan pada musim tertentu. Ini yang mengakibatkan penurunan dan kenaikan sangat terlihat dengan jelas. ”Contohnya seperti penjual buah, kalau tidak musim mereka tidak jualan. Sama seperti penjual pindang kalau musim sedang tidak menentu, mereka tidak datang. Mereka banyak tetapi tidak tetap,” jelas wanita yang sudah 16 tahun menjadi juru pungut Pasar Mandalika itu.
Selain itu juga, banyak dari pedagang di Pasar Mandalika yang beralih lapak ke pasar pagi atau pasar selak. Ini diperkirakan karena akses di pasar pagi yang lebih mudah dan juga lebih ramai pembeli. (cr-chi/r9)
Editor : Galih Mps