”Kalau tamu menginap kebetulan karena high season sekarang mulai Juni, Juli, hingga Agustus mulai ramai. Tercatat saat ini hampir 80 persen wisatawan mancanegara (wisman),” kata General Manager Kalandara Resort Trisnanugraha pada Lombok Post, kemarin (28/7).
Ia mengatakan, tamu wisman kebanyakan dari Eropa, India, Australia, Singapura, Malaysia, Perancis, Korea, dan beberapa negara lainnya. Untuk tamu domestik meski tidak sebanyak wisman namun sudah mulai terlihat meningkat.
”Kalau domestik dari Surabaya, Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya,” imbuhnya.
Kalandara Resort memiliki 29 villa. Terdiri dari 26 villa Anila One Bedroom Villa dengan luas 1,3 are, 2 villa Akasa Two Bedroom Villa dengan luas 2 are, dan 1 villa Amreta Three Bedroom Vila seluas 3,62 are. Setiap villa memiliki kolam renang private dan pemandangan laut.
Untuk pengunjung restoran, minimal belanja Rp 100 ribu per orang sudah bisa menikmati keindahan dan pemandangan pool public dan sea view.
”Kunjungan teramai kami tetap saat akhir pekan. Itu baik tamu menginap maupun tamu restoran,” jelasnya.
Trisnanugraha menjelaskan, jika ditotal area resort ini mencapai 1,8 hektare. Dengan area ruang terbuka (kebun) mencapai 40 persen. Sedangkan 60 persen bangunan. Resort ini memiliki konsep kembali ke alam dan mengangkat budaya lokal dengan menggunakan beberapa kain tenun Lombok.
”Kalau mau dapatkan harga terbaik bisa melakukan pemesanan dua bulan sebelumnya,” terangnya.
Dia juga memastikan, Kalandara Resort satu-satunya hotel di Lombok yang menggunakan lift diagonal (inclinator elevator) dengan kemiringan 45 derajat. Dengan litf ini bisa langsung melihat pemandangan alam dan laut lepas yang ada di depan hotel.
”Inclinator elevator ini salah satunya yang menjadi daya tarik Kalandara Resort,” jelasnya.
Sementara itu, seorang pengunjung Restoran Sri Amalia mengatakan, pemandangan restoran yang disajikan sangat menarik. Menu yang disajikan juga cocok di lidahnya.
”Saya dapat rekomendasi teman untuk sunset view dan kolam ada di resor ini, makanya saya datang sama keluarga kemari,” kata dia. (nur/r10) Editor : Baiq Farida