Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perusahaan Bongkar Muat Pelabuhan Lembar Didominasi Lima Komoditas, ini Rinciannya

Galih Mps • Selasa, 1 Agustus 2023 | 17:30 WIB
BONGKAR MUAT: Sebuah kapal kargo di Pelabuhan Lembar, beberapa waktu lalu.(NURUL/LOMBOK POST)
BONGKAR MUAT: Sebuah kapal kargo di Pelabuhan Lembar, beberapa waktu lalu.(NURUL/LOMBOK POST)

MATARAM-Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di Pelabuhan Lembar menunjukkan tren kinerja positif selama semester I tahun 2023. Bongkar muat di Pelabuhan Lembar maupun Pelabuhan Gili Mas didominasi bongkar muat logistik dibandingkan bongkar muat penumpang. ”Bongkar muat logistik itu terdiri dari beberapa komoditas barang. Yaitu peti kemas, curah cair, curah kering, bag cargo, dan general cargo,” kata General Manager Pelindo Cabang Lembar Wahyu Agung Prihartanto pada Lombok Post, kemarin (31/7).


Ia pun menguraikan secara mendetail capaian bongkar muat logistik selama semester I 2023.  Produksi bongkar muat peti kemas capai 42.407 unit. Terdiri dari PBM Pelindo 12.096 box dan 12.231 teus. Produksi bongkar muat curah cair capai 20.435 ton. Terdiri dari PBM Pelindo 19.153 ton dan PBM non Pelindo 1.282 ton. Produksi bongkar muat curah kering capai 465.075 ton. Terdiri dari PBM Pelindo 270.525 ton dan PBM non Pelindo 194.550 ton. Produksi bongkar muat bag cargo mencapai 60.089 cargo. Berasal dari PBM non Pelindo. Sedangkan produksi bongkar muat general cargo mencapai 340 cargo berasal dari PBM non Pelindo.


”Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik di tahun 2023 ini serta didukung dengan proses transformasi yang terus berjalan di perusahaan, kami optimis kinerja Pelindo akan terus meningkat,” ujarnya.


Dikatakan setiap kapal pengangkutan kapasitas rata-rata bisa memuat 100-200 unit logistik. Ini biasanya untuk sembako, pisang, atau bahan makanan lainnya. ”Kalau yang DLN, DLU, ALP itu bisa mengangkut logistik dan penumpang. Sedangkan kalau Pelni masih fokus pada penumpang,” jelasnya.


Sedangkan untuk pegangkutan penumpang setiap bulannya kisaran seribu orang. Jika dirata-ratakan setahun yang melakukan penyeberangan penumpang 12 ribu orang. Jumlah penumpang ini bisa bertambah setiap tahunnya bila tren arus mudik juga mendongkrak penggunaan jasa penyeberangan. ”Kalau penumpang memang situasional dan rata-rata bulanan untuk DLN, DLU, ALP, maupun Pelni keseluruhan mencapai kurang  lebih seribuan orang penumpang,” jelasnya. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#Lembar