Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pimpinan Baru BGN Disambut Keracunan di Bangkalan

R
Penulis: Redaksi❯
MUAL MUNTAH: Pimpinan tim MBG Bangkalan menjenguk siswa yang dirawat di Puskesmas Kokop pada Kamis (4/6) malam. (RADAR MADURA GRUP JAWA POS)
MUAL MUNTAH: Pimpinan tim MBG Bangkalan menjenguk siswa yang dirawat di Puskesmas Kokop pada Kamis (4/6) malam. (RADAR MADURA GRUP JAWA POS)

Advertisement

LombokPost - Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sudah dirombak. Tiga pejabat lama telah ditahan. Presiden Prabowo Subianto juga memberi warning agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menjadi lahan mencari keuntungan. Namun, insiden gangguan kesehatan masal pasca mengonsumsi MBG masih terjadi.

Dalam dua hari terakhir, sedikitnya dua insiden dugaan keracunan terjadi. Salah satunya di Bangkalan, Jawa Timur. Puluhan siswa di Kecamatan Kokop mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG.

Hingga Jumat (5/6), sedikitnya 84 penerima program harus menjalani perawatan. Mulai siswa SD hingga SMA. Sebelumnya, mereka mengonsumsi menu MBG produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Barokah Kokop Dupok.

Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengaku telah mengecek langsung kondisi siswa. ”Saat kami ke lapangan, ternyata korbannya lebih banyak,” ujar mantan Kepala Dispendik Bangkalan itu.

Para korban menjalani perawatan di Puskesmas Kokop dan fasilitas kesehatan lainnya. Mereka mengeluh mual setelah menyantap menu MBG yang berisi nasi putih, sate ayam, tempe goreng, acar timun-wortel, dan semangka. ”Jumlah penerima manfaatnya ribuan, tapi yang dilarikan ke puskesmas hanya 84 orang,” katanya.

Advertisement

Puluhan penerima MBG yang harus dirawat tidak hanya berstatus siswa. Ada pula warga umum. Bahkan, keluhan yang dialami lebih parah dibandingkan siswa. ”Hingga muntah-muntah lima kali usai makan menu MBG itu,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pengumpulan informasi, penerima manfaat menyebut menu yang diterima enak dan tidak berbau. ”Menunya tidak basi, dan korban lahap makannya. Tapi, satu jam kemudian muntah-muntah dan pusing,” katanya.

Satgas MBG Bangkalan telah mengamankan sampel makanan maupun sampel muntahan korban untuk diuji di laboratorium. ”Kami belum bisa memastikan penyebab kejadian ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kokop Zaitun Ernawati mengutarakan, korban berdatangan pada Kamis (4/6) malam mulai pukul 22.00 WIB. Namun, setelah mendapat perawatan dan kondisinya membaik, mereka langsung dipulangkan. ”Hanya empat yang rawat inap. Sedangkan sekarang (kemarin) tinggal dua orang yang masih dirawat inap,” katanya.

Terpisah, PIC SPPG Al Barokah Nikmatul Kausiyah membenarkan insiden tersebut. Dia menyebut menu MBG yang didistribusikan telah melalui pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada masalah. ”Ini akan dijadikan bahan evaluasi ke depannya,” katanya.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kejagung Ungkap Penyelidikan Korupsi MBG Dimulai Sebelum Dadan Dicopot

Kejagung Ungkap Penyelidikan Korupsi MBG Dimulai Sebelum Dadan Dicopot

Kejagung mengungkap penyelidikan dugaan korupsi MBG sudah berjalan sepekan sebelum Dadan Hindayana cs jadi tersangka.

SPPG Yayasan Batu Emas Banyumulek Rutin Lakukan Evaluasi Menu Demi Jaga Selera Penerima Manfaat MBG

SPPG Yayasan Batu Emas Banyumulek Rutin Lakukan Evaluasi Menu Demi Jaga Selera Penerima Manfaat MBG

Yayasan Batu Emas menerapkan standar pengawasan ketat pada SPPG keduanya yang berlokasi di Dusun Kerangkeng Timur, Desa Banyumulek.

Problem MBG Tak Selesai Cuma dengan Ganti Kepala, Pemerintah Diminta Moratorium Program MBG

Problem MBG Tak Selesai Cuma dengan Ganti Kepala, Pemerintah Diminta Moratorium Program MBG

Permasalahan MBG, bukan hanya perkara kepala BGN. MBG bermasalah secara mendasar, konstitusional, konseptual, sasaran, tujuan, dan manfaat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer