Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Problem MBG Tak Selesai Cuma dengan Ganti Kepala, Pemerintah Diminta Moratorium Program MBG

R
Penulis: Redaksi❯
DITAHAN: Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dikawal oleh petugas dari Kejaksaan Agung dan personel militer saat meninggalkan gedung Kejaksaan Agung di Jakarta untuk ditahan setelah diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), Rabu (3/6). (AFP)
DITAHAN: Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dikawal oleh petugas dari Kejaksaan Agung dan personel militer saat meninggalkan gedung Kejaksaan Agung di Jakarta untuk ditahan setelah diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), Rabu (3/6). (AFP)

Advertisement

LombokPost - KEPALA Bidang Advokasi Guru di Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri menilai, pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tak serta merta akan membuat program tersebut lebih baik. Apalagi penggantinya pun tak memiliki kompetensi di bidang terkait.

“Saya kira ahli serangga digantikan oleh mantan wartawan, sama-sama bukan ahli gizi, bukan berita baik. Sama-sama bukan kompetensinya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Rabu (3/6).

Permasalahan MBG, kata Iman, bukan hanya perkara kepala BGN. MBG bermasalah secara mendasar, konstitusional, konseptual, sasaran, tujuan, dan manfaatnya bagi pendidikan. Serentetan problem mendasar tersebut pun mengakibatkan efek domino.

Mulai dari fiskal daerah sempit karena efisiensi demi MBG hingga rekrutmen guru di daerah terkendala. Guru honorer, lanjut Iman, berbulan-bulan tidak digaji. Lalu, guru PPPK paro waktu diangkat tapi gajinya lebih minim, hingga guru PPPK dihentikan kontraknya.

Karenanya, pihaknya pun tengah menjalani sidang judicial review (JR) UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK). P2G menggugat frasa Program Makan Bergizi (MBG) dalam UU APBN 2026 yang mengambil 20 persen anggaran pendidikan.

Advertisement

“MBG ini sejatinya mandat dari keamanan sosial dan kesehatan. Jaminan bisa makan dan jaminan bergizi. Maka menjadi salah alamat anggaran pendidikan yang dicatut MBG,” paparnya.

Kepercayaan Publik

Senada, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara juga menilai pergantian kepemimpinan di BGN dari Dadan Hindayana ke Nanik S. Deyang belum akan mampu mengembalikan kepercayaan publik maupun pasar terhadap MBG.

Bahkan respons pasar setelah pergantian tersebut justru menunjukkan sentimen negatif.

“Setelah pencopotan Dadan, kemudian Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di kantor BGN, reaksi pasar justru negatif. IHSG mengalami penurunan tajam dan nilai tukar rupiah terus melemah,” kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara kepada Jawa Pos, Rabu (3/6).

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BREAKING NEWS: Resmi Pakai Rompi Pink, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung Sore Ini!

BREAKING NEWS: Resmi Pakai Rompi Pink, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung Sore Ini!

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana resmi ditahan Kejagung Rabu sore. Keluar pakai rompi pink setelah diperiksa intensif di Jampidsus.

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Dikabarkan Ikut Diangkut Kejagung Sejak Subuh, Diduga Bidik Skandal Jual Beli Titik SPPG!

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Dikabarkan Ikut Diangkut Kejagung Sejak Subuh, Diduga Bidik Skandal Jual Beli Titik SPPG!

Dadan Hindayana bersama Lodewyk & Sony dikabarkan dijemput Kejagung. Penyidik bidik dugaan korupsi jual beli titik SPPG BGN!

Rapor Merah Berujung Pencopotan: Ini 5 Pernyataan Kontroversial Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, dari Menu Ulat Sagu hingga Ekspor Makan Gratis ke Arab

Rapor Merah Berujung Pencopotan: Ini 5 Pernyataan Kontroversial Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, dari Menu Ulat Sagu hingga Ekspor Makan Gratis ke Arab

Didepak Prabowo dari Kepala BGN, ini track record ucapan kontroversial Dadan Hindayana. Usul ulat hingga ekspansi MBG ke Jeddah!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer