LombokPost-Harga beras masih melambung, belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Mengendalikan pasokan dan harga pasar, Bulog NTB memiliki mitra retailer di tiap pasar tradisional. Para retailer ini yang menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog NTB David Susanto mengatakan, momen kenaikan harga beras ini tidak boleh disalahgunakan. Terutama para mitra retailer Bulog NTB, diingatkan tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). ”Kalau jual di atas HET, saya stop dulu. Saya tidak akan kasih lagi,” tegasnya.
Dalam memantau persoalan HET beras, pihaknya memiliki tim. Di dalamnya terdapat beberapa instansi terkait yang ikut terlibat mengawasi. Jika ditemukan retailer nakal, maka akan disanksi tegas. ”Nanti kita cabut spanduknya dan tidak bakal dikasi lagi berjualan beras ini,” tegas David.
Dibeberkan David, HET beras SPHP yang dipasok ke retailer sebesar Rp 10.900 per kilogram. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasaran beras medium sebesar Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogram. ”Premium rata-rata Rp 14.500 hingga Rp 15.000 per kilogram,” ujarnya.
Setiap retailer Bulog NTB di pasar tradisional digelontorkan beras sebanyak 1 ton. Penggelontoran beras ini dilakukan dua hingga tiga kali dalam sepekan. Diberikan pada 16 hingga 21 pengecer di tiap pasar.
”Pada prinsipnya di seluruh pasar tersedia beras dan masyarakat tidak kesulitan membeli beras, artinya pasokan lancar dan tersedia,” ujarnya.
SPHP yang digelontorkan Perum Bulog NTB di kabupaten/kota di NTB bisa mencapai 100 ton per hari. Sementara stok yang dimiliki Perum Bulog NTB saat ini sekitar 23 ribu ton.
Lebih lanjut dikatakannya, tercatat ada 201 retailer Bulog NTB. Baik yang berjualan di pasar atau pun toko-toko di luar pasar. Beras SPHP ini juga bisa didapatkan di Pasar Mandalika, Pasar Pagesangan, Pasar Sindu, Pasar Sayang-Sayang, Pasar ACC, Pasar Gerung, Pasar Narmada, Pasar Gunungsari, serta pasar-pasar di Lombok Timur hingga Kabupaten Bima. ”Masyarakat juga langsung bisa membeli di dan outlet-outlet RPK yang sudah ditunjuk Bulog NTB,” tandas David. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida