LombokPost-Event MotoGP Oktober lalu memberikan banyak berkah bagi UMKM. Salah satunya adalah UMKM binaan Dinas Pariwisata Lombok Utara. Semua produk UMKM yang dibawa dalam event tersebut habis terjual.
”Kami merangkul desa wisata untuk produk UMKM-nya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata KLU Denda Tresni Budi Astuti.
Dikatakannya, Dinas Pariwisata juga memiliki UMKM binaan. Mereka ikut dilibatkan dalam berbagai event pariwisata dan ekonomi kreatif. Hasil penjualan UMKM event MotoGP pada Oktober lalu dinilainya sangat mengembirakan.
”Tahun depan kita akan maksimalkan lagi untuk mendampingi UMKM ini, kami sudah koordinasi dengan Bappeda,” jelasnya.
Informasinya, pada MotoGP 2024 mendatang, akan lebih banyak UMKM dilibatkan. Sebab pada tahun ini, hanya empat UMKM saja yang ikut.
Pihaknya akan berkolaborasi dengan stakeholder terkait. ”Alhamdulillah responnya Bappeda baik sekali,” ucapnya.
Pada momen MotoGP lalu, stan Dispar menyediakan paket wisata Pokdarwis desa wisata, dan hasil produk olahan UMKM mereka.
Seperti olahan dari komoditas unggulan berupa kelapa, mangga, dan buah lainnya. ”Buah ini dikemas UMKM KLU menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar saat event,” jelasnya.
”Di sanalah kita rasakan langsung semangat UMKM dan kita apresiasi itu,” imbuhnya.
Dibeberkan Dewi, peminat produk UMKM itu sangat banyak. Bahkan dibawa pulang sebagai oleh-oleh. ”Kalau berbicara pendapatan, banyak didapat UMKM kemarin.
Kalau digabungkan semua dari empat UMKM itu saja sudah lebih Rp 100 juta, di luar ekspektasi,” terangnya.
Dari stan Dispar saja, kata Dewi penjualannya mencapai Rp 20 juta. Bahkan mereka kewalahan melayani permintaan pembeli. Sebab itu, di event berikutnya perlu persiapan lebih matang lagi.
”Kami mengkolaborasikan antara UMKM dengan promosi pariwisata, dan pola ini sangat bagus, tinggal ditingkatkan lagi agar lebih maksimal,” jelasnya.
Ditambahkannya, UMKM yang dibawa ke event MotoGP lebih ke sektor kuliner. Sebab berkaca dari event sebelumnya, produk tenun yang dibawa kurang efektif.
”Karena memang orang lebih membutuhkan makanan dan minuman,” tandasnya.
Sebelumnya Pengelola UMKM Mandiri Lombok Utara Nuri Muliana mengatakan, tiga hari event internasional tersebut memberikan hasil penjualan signifikan.
Nominalnya mencapai puluhan juta rupiah per hari. Puncak pendapatan terbesarnya ada pada hari terakhir.
Kata Nuri, seluruh produk yang dibawa ke stan selalu habis lebih awal. Bahkan bisa dikatakan pihaknya kekurangan barang untuk dijual. Sebab ketika pukul 12.00 Wita, semua produk yang disediakan di lapak habis terjual.
Bahkan tak hanya produk UMKM Mandiri Lombok Utara, jajanan yang dititipkan pun habis terjual. ”Belum selesai event MotoGP berlangsung, sudah habis saja jualan kita,” bebernya.
Omset penjualan dalam event ini diakui Nuri juga cukup bagus. Selalu ada peningkatan setiap harinya. Di hari pertama, dirinya bisa menghasilkan penjualan sebanyak Rp 5 juta.
Di hari kedua naik menjadi Rp 10 juta, dan bertambah pesat di hari ketiga menjadi Rp 30 juta. ”Keseluruhannya untuk lapak kita saja sekitar Rp 45 juta,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post