LombokPost- Upaya stabilisasi harga dan pasokan pangan melalui gerakan pangan murah (GPM) kembali dilakukan. Kali ini, GPM kembali dilakukan di Taman Mangga Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (16/12).
Kegiatan GPM ini menjual sejumlah pangan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Di antaranya, beras SPHP Bulog NTB, beras premium, daging ayam, telur ayam, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, bawang merah, cabai rawit dan produk olahan UMKM.
Dari sejumlah komoditas pangan tersebut, cabai rawit dan gula paling banyak dibeli warga. Hal itu lantaran harganya yang lebih murah dibandingkan harga di pasar.
“Kami berkolaborasi dengan Bapanas (Badan Pangan Nasional) dan DKP Kabupaten Sumbawa,” ujar Kepala DKP NTB H Abdul Azis.
Dikatakannya, GPM ini terus dilakukan untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebab pada momen tersebut, kebutuhan pangan masyarakat diperkirakan akan meningkat dibandingkan biasanya.
“Sekaligus juga memeriahkan HUT NTB ke 65,” sambungnya.
Jumlah komoditas pangan yang diterjunkan dalam GPM tersebut diantaranya beras SPHP Bulog NTB sebanyak 2 ton. Beras ini djual seharga Rp 52 ribu per 5 kilogram.
Kemudian minyak goreng 500 liter seharga Rp 14.500 per liter. Telur ayam 200 tray yang dijual Rp 45 ribu per tray. Gula pasir 200 kilogram seharga Rp 16 ribu per kilogram.
Ada juga beras premium sebanyak 3 ton yang dibandrol Rp 60 ribu-70 ribu per 5 kilogram. Bawang merah sebanyak 100 kilogram dengan dijual Rp 20 ribu per kilogram, cabai 50 kilogram seharga Rp 60 ribu per kilogram.
“Ada juga sayuran segar, daging ayam Rp 35 ribu per kilogram, hingga produk-produk olahan UMKM,” bebernya.
Khusus untuk cabai rawit, komoditas ini disediakan langsung oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB. Ini merupakan tindak lanjut dari rapat pengendalian inflasi kenaikan harga cabai, pada Kamis lalu (14/12). Cabai yang disediakan dijual dengan harga standar pertanian.
“Itu upaya menekan harga cabai yang sedang tinggi saat ini. Melalui promosi produk hortikultura Dinas Pertanian NTB menyediakan komoditas cabe rawit harga petani,” jelasnya.
Ditambahkan Azis, kegiatan GPM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mendukung ketahanan pangan. Selain itu juga memberikan akses pangan murah kepada masyarakat, serta menciptakan stabilitas harga.
“Kolaborasi antara berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (fer/r10)
Editor : Kimda Farida