Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Survei Pasar, Disdag NTB Jaga Stabilitas Harga Bapok

Geumerie Ayu • Selasa, 26 Desember 2023 | 14:10 WIB
SIDAK HARGA: Kepala Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti saat meninjau harga dan stok bahan pokok di Pasar Renteng, Lombok Tengah, Jumat (22/12).(IST/LOMBOK POST)
SIDAK HARGA: Kepala Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti saat meninjau harga dan stok bahan pokok di Pasar Renteng, Lombok Tengah, Jumat (22/12).(IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Kebutuhan sembako biasanya mengalami peningkatan pada momen besar seperti natal dan tahun baru (Nataru) 2024. Karena itu Dinas Perdagangan (Disdag) NTB berupaya menjaga stabilitas harga sembako di pasar.

Disdag NTB rutin melakukan survei harga di pasar-pasar yang ada di NTB. Survei harga ini memudahkan masyarakat mengetahui harga riil pasar saat itu, sekaligus membantu pemerintah melakukan pengendalian harga jika terjadi gejolak.

Pada Jumat (22/12), Disdag NTB melakukan sidak sekaligus survei harga dan stok sembako di Pasar Renteng, Lombok Tengah. Pemantauan intens akan terus dilakukan hingga tahun baru 2024 nanti. ”Kami memang rutin melakukan survei harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Kepala Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti.

Dari pantauan pasar tersebut, diketahui sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan. Salah satunya yang paling signifikan adalah cabai rawit. Harga cabai rawit di Pasar Renteng mencapai Rp 79 ribu per kilogram.

Meski Lombok menjadi daerah penghasil cabai, namun tak luput dari kenaikan harga. Hal itu lantaran mengikuti hukum pasar ketika adanya permintaan yang tinggi. ”Walau pun kita penghasil, tapi kita juga mahal (harganya, Red) karena mengikuti hukum pasar,” sambungnya.

Pemerintah daerah melakukan sejumlah langkah untuk menyikapi persoalan ini. Di antaranya melakukan operasi pasar, bekerja sama dengan OPD terkait di tiap kabupaten/kota. ”Operasi pasar atau pasar murah ini untuk mengendalikan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan,” jelasnya.

Selain operasi pasar, Pemprov NTB berencana melakukan upaya antisipasi untuk komoditas cabai rawit. Yakni memprogramkan penanaman cabai yang direncanakan di Batukliang, Lombok Tengah.

Dengan survei dan operasi pasar serentak, Disdag NTB berkomitmen untuk menstabilkan harga, dan memastikan ketersediaan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Winda Putri Listya menyebutkan, saat momen nataru biasanya terjadi kenaikan harga di beberapa komoditas yang menyebabkan inflasi. Inflasi ini dominan dipengaruhi oleh shock dalam kelompok bahan makanan. ”Harga cabai saat ini informasinya sudah mulai melonjak termasuk bahan pokok lainnya,” ujarnya.

BI NTB bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) terus memonitor, dan menjaga komoditas pangan strategis agar harga tetap terkendali. Banyak hal yang telah dilakukan BI NTB dengan TPID termasuk OPD dan satgas pangan guna memastikan inflasi tetap terjaga pada kisaran 3 plus minus 1 persen di tahun ini. ”Kami juga melakukan operasi pasar dengan membawa komoditas klaster BI untuk bisa membantu menjaga harga di pasar,” katanya.

Operasi pasar dinilai cukup efektif untuk stabilisasi harga dalam jangka pendek. Tapi untuk jangka menengah dan jangka panjang maka strateginya harus lebih struktural. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#Disdag NTB #kebutuhan pokok #Sembako