LombokPost-Fesyen denim saat ini cukup populer bagi kalangan anak muda. Hal ini menjadi peluang bagi pengusaha konveksi khusus denim.
Di Kota Mataram, salah satu usaha konveksi fesyen ini bernama Waroeng Jeans. Mulai beroperasi sejak 2013 lalu, Waroeng Jeans sudah memiliki cabang dan banyak konsumen loyal.
”Dulu kita susah sekali nyari tempat servis jeans apalagi buat (jahit, Red) jeans,” ujar Pengelola Warung Jeans 2 Mataram, Wabianto.
Dijelaskannya, Waroeng Jeans ini menyediakan beragam jenis kain denim. Pilihannya cukup banyak. Konsumen hanya tinggal memilih jenis kain denim yang diinginkan. Setelah itu, pihaknya akan mengukur langsung sesuai keinginan konsumen.
”Pengerjaannya paling cepat dua hari sudah selesai,” sambungnya.
Waroeng Jeans juga menawarkan konveksi mulai dari celana, rok, kemeja, jaket, hingga tas. Kualitasnya pun diklaim Wabianto tidak kalah seperti di toko-toko populer. Bahkan hasil jahitannya diklaim lebih kuat.
”Karena benang yang kita pakai tebal, khusus untuk jeans,” katanya.
Variasi harga yang ditawarkan beragam tergantung apa yang ingin dijahit. Untuk celana dimulai dari Rp 220 ribu hingga Rp 350 ribu. Untuk jaket dan kemeja dimulai dari harga Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.
Untuk hotpants sekitar Rp 300 ribu untuk dua potong, gamis Rp 350 ribu, dan blazer Rp 350 ribu. Sedangkan untuk vermak mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 60 ribu. ”Kualitas bahan bagus, bahan premium, kalau ada variasi, baru ada tambahan harga karena kerjanya lebih lama” katanya.
Meski memiliki bahan denim yang ditawarkan, namun Waroeng Jeans juga menerima penjahitan dari bahan yang dibawa konsumen.
Wabianto membeberkan, membuka usaha konveksi denim di Mataram merupakan peluang yang menjanjikan. Hal ini terlihat dari perkembangan konsumen yang datang. ”Kita tidak pernah pakai iklan, hanya dari mulut ke mulut,” bebernya.
Peminat fesyen denim atau jeans ini sangat banyak. Pekan lalu saja, pihaknya menerima orderan 200 pieces untuk pembuatan seragam jaket TNI AD. Selain itu, juga banyak orderan dari sejumlah perusahaan.
”Rata-rata per bulannya yang datang buat jeans itu di angka 100-150 orang, paling banyak buat celana,” terangnya.
Usaha Waroeng Jeans ini memiliki cabang di jalan Catur Warga. Sedangkan di luar NTB ada di Palembang hingga Kalimantan. Berbicara soal omzet, diakuinya fluktuatif. Pesanan akan sepi ketika memasuki musim liburan anak kuliahan dan perkantoran.
”Paling full orderan itu biasanya di bulan puasa, lebaran, hingga menjelang tahun baru,” ujarnya.
Waroeng Jeans ini kata Wabianto menyediakan layanan member. Member akan diberikan kartu yang ketika menjahit jeans akan diberikan poin. Tiap 10 poin yang dikumpulkan, member akan mendapatkan gratis satu celana jeans.
”Tiap bikin kita kasih stempel di kartu membernya, dan kita berikan celana itu cuma-cuma untuk member yang mengumpulkan 10 poin,” jelasnya.
”Dulu saya bekerja di perusahaan Levis dari Singapura, dan saya menjahit sejak tahun 90-an,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post