Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cuan Jutaan Rupiah Dari Bisnis Kampung Anggur di Narmada

Galih Mega Putra S • Rabu, 24 Januari 2024 | 10:55 WIB
BISNIS ANGGUR: Pengelola Kampung Anggur Aipda Firman Eka Jaya saat menemui pengunjung yang ingin mencicipi anggur, di Kampung Anggur Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.(IST/LOMBOK POST)
BISNIS ANGGUR: Pengelola Kampung Anggur Aipda Firman Eka Jaya saat menemui pengunjung yang ingin mencicipi anggur, di Kampung Anggur Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.(IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Banyak orang kini tertarik mengembangkan usaha budi daya anggur. Salah satunya seperti di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat ini.

Terdapat tempat budi daya bernama Kampung Anggur yang dikelola Aipda Firman Eka Jaya bersama kelompoknya.

Kampung Anggur ini sekarang dibuka menjadi destinasi wisata buah anggur. Pengunjung bisa menikmati pemandangan tanaman anggur yang tumbuh subur di halaman rumah warga, bahkan memetiknya.

Lokasi Kampung Anggur ini ditempuh sekitar 15 hingga 30 menit dari pusat Kota Mataram. Sesuai dengan namanya, ada lima rumah yang tergabung dalam kelompok budi daya anggur. Mereka memiliki tanaman anggur yang merambat di atap atau pagar rumahnya.

Firman menjelaskan, wisata anggur ini dibuat lantaran tingginya minat warga membudidayakan anggur di pekarangan rumahnya. Dipadukan dengan penjualan aneka kuliner, sehingga bisa menambah pendapatan warga di sana.

”Banyak warga yang antusias membudidayakan anggur dengan memanfaatkan pekarangan rumah mereka, sehingga mereka bersepakat untuk membuat kampung wisata anggur,” bebernya.

Pohon anggur itu tumbuh subur dengan buah yang cukup lebat. Lokasinya juga tidak jauh dari wisata pemandian Narmada. Hal itu membuat Kampung Anggur ini banyak dikunjungi, terutama di hari libur. ”Hanya sekedar selfie ataupun memetik langsung buah anggur dari pohon,” sambungnya.

Lebih lanjut Firman mengatakan, kunjungan ke Kampung Anggur itu ada dari luar Desa Selat, bahkan banyak dari luar NTB. Pihaknya akan terus meningkatkan promosi agar bisa juga menggaet kunjungan wisatawan asing nantinya.

Tingginya animo wisatawan yang datang berkunjung, kata Firman membuat buah anggur tidak bisa di jual ke luar. Pengunjung langsung memetik dan mencicipi anggur dari  pohonnya. Bahkan membeli langsung untuk dibawa pulang.

”Kalau untuk sementara dipasarkan di tempat, karena kami kewalahan juga untuk menjual hasilnya, saking banyaknya wisatawan yang langsung datang memetik dan membeli langsung,” jelasnya.

Penjualan anggur ini diakuinya bervariasi per kilogramnya. Mulai dari Rp 50 ribu untuk anggur trans, Rp 75-100 ribu jenis Julian. Menurut Firman, para pengunjung tidak perlu khawatir mencicipi anggur dari pohonya. Sebab anggur yang ditanam menggunakan pola organik, sehingga jauh dari bahan kimia.

”Kalau panen itu bisa 3 kali dalam setahun, buah ini tidak mengenal musim,” katanya.

Untuk omzet, di lahan 5x5 meter bisa menghasilkan Rp 5 juta dalam sekali panen dengan intensitas tiga kali setahun. Di wisata anggur ini, tersedia berbagai macam varietas anggur. Paling primadona yakni anggur jenis Trans, Jupiter, Julian, Akademik, Express.

”Perawatan bisa sambilan, seperti saya sebagai pembina desa, Alhamdulillah tidak memberatkan tugas pokok kita,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #wisata #anggur