LombokPost-Minuman es teh banyak digemari berbagai kalangan masyarakat secara luas.
Rumah makan hingga restoran mewah, hampir semuannya memasukkan es teh dalam daftar menunya.
Semakin berkembang, kini es teh kini juga bisa ditemukan di outlet atau lapak-lapak di pinggir jalan, dengan merek dan tampilannya masing-masing.
Salah satu yang cukup populer Es Teh S.O.L.O. yang telah hadir di Kota Mataram.
Salah satu gerainya ada di komplek Kantor Graha Pena Lombok, Jalan TGH Faisal No 33, tepat didepan GOR Turida.
”Teh itu kan semua orang suka, mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua semua suka sama es teh,” ujar owner Es Teh S.O.L.O Shinta Anggraeni.
Dikatakannya, bisnis minuman es teh banyak bermunculan di Kota Mataram.
Meski begitu, Es Teh S.O.L.O sudah memiliki branding yang kuat. Artinya, brand minuman ini sudah banyak dikenal masyarakat.
Di tengah banyaknya bermunculan bisnis minuman sejenis, dirinya tidak takut menghadapi persaingan.
Shinta selalu memastikan kualitas penyajian produk es teh S.O.L.O miliknya.
Mulai dari rasa yang selalu konsisten, harga terjangkau, hingga kenyamanan tempat yang disediakan.
”Takarannya tidak ada yang dikurangi, tempat yang kita sediakan bersih dan parkirnya luas, serta ada tempat duduknya supaya nyaman,” sambungnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, minuman es teh S.O.L.O ini memiliki karakteristik citarasa kuat dan unik tersendiri.
Citarasa khasnya sama persis seperti teh Kota Solo, daerah asalnya.
Hal ini lantaran teh yang digunakan merupakan teh asli dari Kota Solo.
”Ada rasa sepetnya, wangi, dan manisnya pas, pokoknya beda dari teh biasanya. Kalau orang yang pernah ke Solo, pasti sudah merasakan bagaimana cita rasa tehnya,” jelas Shinta.
”Begitu minum es teh S.O.L.O pasti tahu karena ada sepetnya,” imbuh perempuan berhijab ini.
Minuman waralaba ini memiliki sekitar delapan varian rasa. Di antaranya, varian es teh original, es teh kampoel, es teh tarik, es teh susu, es teh milo, es teh cokelat, es teh blackcurrant, dan es teh lemon.
Harganya mulai dari Rp 4 ribu hingga Rp 12 ribu. Sejauh ini, varian best seller adalah es teh manis atau original, es teh kampoel, dan es teh tarik.
Shinta membeberkan, usaha es teh S.O.L.O miliknya ini mendapat respons baik pembeli. Hal ini terbukti dari belum lama dibuka, penjualan di outletnya sudah bisa mencapai sekitar 100 cup per harinya.
”Naik turun sih sebenarnya. Hari pertama buka itu 50 cup, hari kedua dan ketiga 100 cup, hari keempat turun dari 100 cup, tapi hari kelima naik lagi,” bebernya.
”Faktor cuaca juga berpengaruh,” tambahnya.
Melihat prospek bisnisnya yang bagus, ke depannya Shinta berencana menghadirkan angkringan di outletnya.
Angkringan ini nantinya menyediakan menu nasi kucing, indomie, gorengan, dan lainnya.
”Sekrang ini kita buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Nanti kalau sudah ada angkringan kemungkinan jam tutupnya lebih lama lagi,” terangnya.
”Untuk promo, kami sediakan promo beli lima all varian dapat gratis satu es teh manis,” tandasnya.
Khaerul, salah seorang warga Mataram mengatakan sudah beberapa kali berbelanja di sana. Hal itu lantaran kantor tempatnya bekerja tak jauh dari lokasi tersebut.
”Enak sih, terjangkau juga,” ucapnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida