Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Daging Sapi Diprediksi Melonjak Mulai H-2 Lebaran

Galih Mega Putra S • Senin, 1 April 2024 | 19:30 WIB
BANYAK DICARI: Salah satu penjual daging sapi di Pasar Kebon Roek, Ampenan. Harga daging sapi diprediksi melonjak mulai H-2 lebaran.(FERIAL/LOMBOK POST)
BANYAK DICARI: Salah satu penjual daging sapi di Pasar Kebon Roek, Ampenan. Harga daging sapi diprediksi melonjak mulai H-2 lebaran.(FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H harga daging di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan.

Kenaikan diperkirakan akan semakin signifikan pada H-2 menjelang Lebaran.

Pedagang daging sapi di Pasar Kebon Roek Hj Mardiana mengatakan, harga daging sapi saat ini Rp 135-140 ribu per kilogram.

Kenaikan harga daging sapi ini diakuinya juga dipengaruhi harga sapi hidup di pasaran.

”Tergantung harga sapinya, kalau naik ya sudah pasti harga daging sapi yang kita jual juga ikutan naik,” ujarnya.

Harga Rp 140 ribu saat ini, kata dia untuk daging kualitas kelas satu.

Sedangkan untuk daging kualitas kelas dua di kisaran Rp 120-125 ribu per kilogramnya.

Hanya saja, daging kualitas dua tersebut stoknya saat ini juga tidak banyak. ”Daging sapi impor tidak laku di sini,” sambungnya.

Berbicara soal kenaikan harga, Mardiana mengakui selalu terjadi saat jelang lebaran setiap tahunnya. Biasanya mulai dari H-2 lebaran itu sendiri.

Kenaikan tersebut di kisaran Rp 5.000 lebih per kilogramnya, tergantung kondisi ketersediaan daging.

”Kelas satu biasanya sekitar Rp 150 ribu per kilogramnya, bahkan bisa lebih dari itu,” beber perempuan berhijab ini.

”Kalau kelas dua biasanya antara Rp 125-130 ribu per kilogramnya,” imbuhnya.

Sementara untuk balungan atau tulang sapi, kenaikan sudah mulai terjadi saat ini.

Dari yang sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Harga ini juga diperkirakan akan naik signifikan seperti daging sapi ketika menjelang lebaran.

”Setiap tahun pasti selalu ada kenaikan harga ketika menjelang lebaran,” katanya.

Kenaikan harga terjadi lantaran permintaan akan daging melonjak tinggi.

Sedangkan pasokan daging dari rumah potong hewan (RPH) tidak berimbang.

”Saya biasa ambil daging di RPH Sekarbela,” bebernya.

Mardiana mengakui, lonjakan harga tentu banyak dikeluhkan pembeli.

Mereka meminta agar harga daging tetap stabil hingga lebaran.

Namun di sisi lain, harga tidak bisa diturunkan lantaran biasanya sudah mengalami kenaikan dari RPH.

”Mau bagaimana lagi kan tergantung harga sapinya, harga di RPH naik ya kita juga naik, kalau diturunin nanti merugi,” tandasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap harga komoditas pangan di pasar.

”Sekarang sudah ada kenaikan, tapi dibandingkan beberapa bulan kemarin masih melandai harga-harga ini,” ujarnya.

Dikatakannya, ada beberapa komoditas pangan yang kerap mengalami kenaikan harga ketika menjelang lebaran.

Di antaranya daging sapi, daging ayam, telur, hingga gula pasir. Harga daging sapi di pasar tradisional saat ini di kisaran Rp 125 ribu.

Sedangkan untuk harga telur kini Rp 60 ribu per tray. Harga telur melonjak lantaran kebutuhan yang sangat tinggi menjelang lebaran.

”Beras sekarang sudah melandai Rp 13 ribu per kilogram yang premium, cabai merah turun jadi Rp 30 ribu per kilogram, untuk pangan yang melonjak harganya tetap kita usahakan stabil di bawah,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#ramadan #harga #lebaran