LombokPost-Pelemahan Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat saat ini dianggap tidak berdampak pada investasi lokal maupun luar negeri.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Berry Arifsyah Harahap.
”Investasi masih cukup bagus dibandingkan negara lain,” ujarnya.
Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat di angka Rp 16.274. Jumlah.
Mengalami pelemahan yang cukup signifikan dari sebelumnya pada kisaran Rp 15.000.
Meski terjadi pelemahan, Berry mengatakan pihak swasta tidak mempermasalahkan itu. Saat ini diakuinya memang ada kecenderungan para investor untuk wait and see.
Namun itu dikarenakan pemilu, bukan akibat instabilitas ekonomi yang disebabkan perang Iran-Israel.
”Seperti saya katakan swasta ini no problem, memang ada wait and see tapi itu adalah pemilu. Semoga ini selesai akhir bulan dan biar jelas investor akan berinvestasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, jika dilihat dari sisi ekonomi dalam negeri, Berry menilai kondisinya masih bagus. Gejolak nilai tukar ini dinilainya hanya terjadi sementara.
Ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini hanya terjadi di level global.
”Tapi kemungkinan besar itu akan kembali normal,” katanya.
Dijelaskan Berry, kondisi nilai tukar mata uang itu fluktuatif. Artinya, bisa naik dengan cepat, juga bisa turun dengan cepat.
Karena itu, Bank Indonesia juga arahnya tidak menaikkan suku bunga acuan. Bahkan BI rate diperkirakan akan mengalami penurunan.
Sebab, kredit yang tinggi saat ini akan dipertahankan untuk memulihkan ekonomi terus-menerus.
”Penurunan BI rate di semester II kemungkinan di 25, 50 basis poin. Kita akan mendorong terus itu. Kita menginginkan kebijakan makro prudential agar kredit itu terus didorong,” terangnya.
”Karena bagaimana pun, itulah sumber dari pertumbuhan ekonomi kita,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida