LombokPost-UPTD Balai Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Daerah (BP3UD) mendukung upaya mendongkrak UMKM melalui berbagai sektor.
Salah satu yang paling potensial, melalui sektor kebudayaan.
Hal ini dikatakan Kepala UPTD BP3UD Lalu Afghan Muharor. Disampaikan dalam kegiatan workshop pelestarian budaya, tradisi, lingkungan alam, industri kreatif, dan wisata Telaga Waru, Lombok Timur,(25/4).
Dikatakannya, setiap desa memiliki potensi turunan yang dapat diolah menjadi produk UMKM. Seperti kelapa yang turunannya berupa sabut kelapa, keset, hingga pot bunga.
”Begitu juga potensi-potensi turunan lainnya,” ujarnya.
Produk-produk ini bisa dipasarkan dalam kegiatan kebudayaan yang ada di desa tersebut.
Seperti di Telaga Waru, yang akan menghelat event Molang Maliq dan Ritus Kebangru’an di Kawasan Mata Air Mualan Benyer.
Hal ini tentu menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi kreatif di desa tersebut.
Disamping itu, Afghan juga menjelaskan terkait program unggulan Bela Beli Produk Lokal.
Ini merupakan salah satu program Pemerintah NTB sebagai sebuah langkah strategis untuk menghargai hasil karya masyarakat.
Kata dia, hal tersebut dapat diimplementasikan sebagai bagian dari Parade Budaya yang akan dilaksanakan di Desa Telaga Waru. UMKM setempat dilibatkan untuk mengambil bagian dalam acara tersebut.
”Sehingga selain menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal, juga berkorelasi positif bagi penguatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya UMKM harus dilibatkan secara aktif. Keterlibatannya tentu tidak bisa berjalan sendiri. Hal itu membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari parade budaya yang dihelat.
”Jadi tidak hanya memperlihatkan hasil produk UMKM tapi juga memiliki nilai jual dan nilai kearifan lokal,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post