Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengawasan Penjualan Obat Online Masih Terbatas

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯
CEK OBAT-OBATAN: Ketua Tim Pengelolaan Kefarmasian dan Pembinaan Pengawasan Pangan Dikes Lotim Normala Chandra melakukan pengawasan dan pengecekan obat-obatan di salah satu apotek di Lotim. (DIKES LOTIM UNTUK LOMBOK POST)
CEK OBAT-OBATAN: Ketua Tim Pengelolaan Kefarmasian dan Pembinaan Pengawasan Pangan Dikes Lotim Normala Chandra melakukan pengawasan dan pengecekan obat-obatan di salah satu apotek di Lotim. (DIKES LOTIM UNTUK LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur (Lotim) terus mengintensifkan upaya pencegahan peredaran obat keras yang dijual bebas di tengah masyarakat.

Salah satunya adalah obat jenis tramadol yang belakangan ditemukan diperjualbelikan secara online.

"Penemuan penjual tramadol beberapa hari di Paokmotong itu, murni dilakukan perorangan, tidak ada melibatkan fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan resmi, itu dibeli melalui online," terang Ketua Tim Pengelolaan Kefarmasian dan Pembinaan Pengawasan Pangan Dikes Lotim Normala Chandra.

Normala mengakui pihaknya memiliki keterbatasan mengawasi transaksi individu, terutama melalui media sosial.

Namun, sejauh ini pihaknya fokus mengawasi obat yang diperjualbelikan di fasilitas kefarmasian, seperti apotek, Puskesmas, klinik, dan rumah sakit.

Advertisement

Tenaga kefarmasian di fasilitas resmi telah memahami aturan obat-obatan. Terutama terkait obat yang boleh dijual bebas dan yang harus menggunakan resep dokter. Pihaknya juga rutin melakukan pembinaan dan pengawasan di fasilitas kesehatan dan apotek.

"Monitoring rutin kami lakukan, dan melakukan pengawasan terkait pengelolaan obat, penyimpanan, hingga pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan tenaga kesehatan di puskesmas untuk memberikan penyuluhan terkait penggunaan obat yang benar. Termasuk bahaya obat keras tanpa pengawasan medis.

Upaya edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Tantangan terbesar saat ini adalah pengawasan peredaran obat yang diperjualbelikan secara online.

"Kami akan terus memberikan edukasi agar masyarakat lebih memahami obat mana yang boleh dibeli bebas dan mana yang harus dengan resep dokter. Kami juga berharap masyarakat tidak sembarangan membeli obat," pungkasnya.

Advertisement
Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BPOM Uji Sampel Produk Stevia Diduga Mengandung Pemanis Buatan, Manajemen Beeru Beri Klarifikasi

BPOM Uji Sampel Produk Stevia Diduga Mengandung Pemanis Buatan, Manajemen Beeru Beri Klarifikasi

Produk pemanis pengganti gula Beeru Stevia menjadi perbincangan di media sosial lantaran diduga mengandung pemanis buatan.

Viral Temuan Doktif, Beeru Stevia Akui Kandungan Tak Sesuai Label

Viral Temuan Doktif, Beeru Stevia Akui Kandungan Tak Sesuai Label

Beeru Stevia resmi tarik produk dari pasar setelah Dokter Detektif temukan kandungan pemanis buatan tidak sesuai label.

Ada E. Coli di Sampel MBG SDN Beber Penyebab Ratusan Siswa dan Guru Keracunan

Ada E. Coli di Sampel MBG SDN Beber Penyebab Ratusan Siswa dan Guru Keracunan

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan biang keladi keracunan MBG di Loteng adalah paparan bakteri Escherichia coli

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer