LombokPost-Lombok Epicentrum Mall (LEM) terus menghadirkan berbagai gerai yang diinginkan masyarakat NTB.
”Yang kita tingkatkan lagi memang F&B (food and beverage, Red),” ujar General Manager LEM Salim Abdad.
Dikatakannya, konsumen lebih banyak meminati gerai F&B.
Arus kunjungannya cukup tinggi. Baik itu F&B brand lokal maupun brand luar negeri.
Menindaklanjuti hal ini, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan sejumlah gerai F&B di Jakarta.
Tercatat ada sekitar 10 gerai yang nantinya akan ditemui dan berdiskusi untuk peluang langkah kerja sama.
”Ini nantinya akan semakin menambah pilihan F&B di Lombok Epicentrum Mall ini,” sambungnya.
Lebih lanjut, LEM menyediakan berbagai pilihan gerai F&B bagi konsumennya.
Mulai dari brand lokal seperti Omah Cobek, Ikan Goreng Cianjur, Dapoer Fenny, Warunk Buntut, Ayam Square, dan lainnya.
Sedangkan untuk brand luar ada Kimukatsu, Pepper Lunch, Marugame Udon, Yoshinoya dan lainnya.
”Ini tidak saling melemahkan, malah saling menguatkan,” tegasnya.
”Jadi kalau mau makan ya di epicentrum, pilihannya ada berbagai macam,” imbuhnya.
Salim mengatakan, pihaknya sempat mendapatkan usulan membuat sentra kuliner tertentu agar seperti mall lainnya.
Contohnya seperti sentra Japanese food dan lainnya. Hanya saja, dirinya mengaku belum berpikir ke arah sana. ”Yang sudah sentra sekarang adalah kuliner brand lokal,” bebernya.
Saat ini, kata Salim, LEM sudah memiliki gedung parkir yang memudahkan penyebaran pengunjung yang datang.
Artinya, pengunjung tidak harus lagi masuk ke LEM melalui satu pintu masuk di bawah.
”Jadi di atas pun mereka bisa langsung ke gedung yang diinginkan,” katanya.
Parkir gedung ini bisa memuat hingga ratusan mobil. Di sana juga tersedia fasilitas lain berupa musala driver dan toilet.
Kondisi parkir LEM kini menjadi semakin nyaman.
”Kita parkir tidak panas dan kehujanan, jadi semoga fasilitas ini menyenangkan,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida