LombokPost-PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mengoptimalkan kapabilitas produk dan layanan yang dimiliki.
Di Pontianak misalnya, selain mengandalkan layanan melalui dua kantor cabang dan layanan digital banking, serta jaringan ATM dan EDC/QR, CIMB Niaga juga menghadirkan berbagai inisiatif untuk memperluas layanan dan akses perbankan.
Salah satu inisiatif terbaru CIMB Niaga yaitu menjalin kolaborasi dengan Universitas Tanjungpura (Untan) untuk menghadirkan layanan perbankan bagi civitas akademika.
”Kami optimis kemitraan strategis ini dapat memberikan dampak positif,” kata Head of Region Jakarta A dan Kalimantan CIMB Niaga Evita Barliana, Senin (20/5).
Pada hari yang sama CIMB Niaga juga mengadakan acara Ngobrolin Biznis (NGOBIZ) yang mengupas tema Pajak dan Berbisnis: Strategi Pengelolaan Pajak untuk Optimalisasi Bisnis Perusahaan.
Melalui NGOBIZ, CIMB Niaga menyediakan wadah bagi para pelaku usaha untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan bersama para pakar.
Beragam inisiatif dan kemudahan layanan yang diberikan CIMB Niaga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja secara nasional. Pada kuartal pertama 2024, CIMB Niaga melaporkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 2,2 triliun. Naik 7,8 persen year-on-year (Y-o-Y).
”Ke depan, kami akan terus meningkatkan customer experience melalui inovasi digital. Dengan kemampuan sumber daya dan digital serta jaringan, kami siap untuk menciptakan nilai jangka panjang dengan memprioritaskan kebutuhan para stakeholders dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Evita.
Dijelaskan, CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,5 persen dan 84,2 persen.
Total aset konsolidasian adalah Rp 333,0 triliun per 31 Maret 2024, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp 248,0 triliun (+3,3 persen Y-o-Y), menunjukkan rasio current account and savings account (CASA) yang baik sebesar 64,6 persen. Sementara itu, CASA tumbuh 8,9 persen Y-o-Y, sebagai hasil upaya Bank membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital.
Jumlah kredit/pembiayaan naik 6,0 persen Y-o-Y menjadi Rp 211,6 triliun, terutama berasal dari pertumbuhan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang naik 9,4 persen Y-o-Y. Perbankan Konsumer yang tumbuh 6,9 persen Y-o-Y.
Kenaikan tertinggi di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 15,8 persen Y-o-Y.
Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia.
Dengan total pembiayaan Rp 56,2 triliun (+15,4 persen Y-o-Y) dan DPK sebesar Rp 50,6 triliun (+2,6 persen Y-o-Y) per 31 Maret 2024.
”Selain itu, hampir 26 persen dari total pembiayaan Bank (atau setara dengan Rp 54,8 triliun) mendukung transisi yang berkelanjutan menuju ekonomi rendah karbon, Perjanjian Paris, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya CIMB Niaga sebagai salah satu dari tujuh bank yang mewakili komitmen industri perbankan nasional dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) Indonesia, yang ditargetkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tambah Evita. (yuk/r9)
Editor : Kimda Farida