LombokPost-Jelang event MotoGP pada September mendatang, DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Pariwisata NTB meminta persoalan harga tiket pesawat diatensi serius.
Bahkan harga tiket pesawat yang masih tinggi juga masih menjadi kekhawatiran para buyer.
”Memang dulu sempat ada screenshot harga tiket itu sampai Rp 6 juta. Makanya ini adalah salah satu alasan kami dengan mitra kerja kami di luar itu lebih fokus jual paket Sepang,” ujar Wakil Bidang Organisasi ASITA Pariwisata NTB Abdul Syahid.
Dikatakannya, harga tiket dalam pelaksanaan event MotoGP nanti diharapkan bisa lebih rendah dari sebelumnya.
Sehingga pihaknya bisa menjual lebih banyak lagi tiket nonton, seperti saat event MotoGP pertama.
”Itu harapan kita,” sambungnya.
Pihaknya juga berharap pemerintah, khususnya pemerintah pusat bisa membantu penyelesaian masalah tiket pesawat ini.
Sehingga menjelang event MotoGP ketiga kalinya tersebut, harganya tidak terlalu tinggi.
”Agar bisa menarik penonton sebanyak-banyaknya, nanti kita bisa jualan tempat tempat wisata kita di sini, jadi dengan harapan multiplier efek,” tandas direktur Lombok Elok Wisata ini.
Ketua DPD ASITA Pariwisata NTB H Hery Nurcahyo mengatakan, pihaknya juga meluncurkan paket untuk event di Sirkuit Mandalika tersebut.
Tujuannya untuk mempermudah booking dan harga yang lebih murah.
”Tiketnya juga harganya standar sama, kita juga akan jual tiket MotoGP, jual paket juga dengan konsorsium ASITA,” bebernya.
Untuk harga penginapan, ASITA Pariwisata NTB juga telah berkomunikasi dengan perhotelan.
Pada tahun ketiga event MotoGP ini, harga kamar diperkirakan tidak akan tinggi seperti tahun pertama.
”Teman-teman perhotelan juga sudah mengeluarkan harga hotelnya, dan tidak semahal GP pertama,” katanya.
”Karena akan banyak promo juga,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida