Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gigih Berjualan Keliling, Tukang Gorden Ini Bisa Naik Haji

Galih Mega Putra S • Rabu, 12 Juni 2024 | 19:14 WIB
NAIK HAJI: Mahruf, tukang gorden keliling asal Lombok Barat yang akhirnya bisa naik haji berkat menekuni usahanya selama bertahun-tahun.(IST/LOMBOK POST)
NAIK HAJI: Mahruf, tukang gorden keliling asal Lombok Barat yang akhirnya bisa naik haji berkat menekuni usahanya selama bertahun-tahun.(IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Tukang gorden asal Desa Kediri Selatan, Lombok Barat ini merupakan contoh pengusaha kecil yang gigih.

Berkat usaha yang ditekuni selama puluhan tahun tersebut, dirinya berhasil meningkatkan perekonomian keluarganya, bahkan menunaikan ibadah haji.

Mahruf mengatakan, menjalani usaha jualan gorden pasti mengalami situasi pasang surut.

Terkadang bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan besar, juga kadang pendapatannya minus.

Kondisi pendapatan minus ini terjadi lantaran ada sejumlah konsumennya yang berutang produknya.

”Kadang-kadang modal kita Rp 500 ribu, tapi hasilnya hanya Rp 150 ribu karena banyak yang utang, bahkan ada pelanggan saya di Gili Trawangan yang baru membayar setelah gajian,” terangnya.

Meski mengalami pasang surut usahanya, Mahruf selalu menyisihkan penjualannya untuk ditabung.

Meski pun jumlah uang yang ditabungnya tidak dalam jumlah besar.

Hal ini terus dilakukannya selama bertahun-tahun hingga saat ini.

Pria berusia 73 tahun ini memiliki cita-cita untuk berangkat haji ke tanah suci Mekkah sejak tahun 2000 lalu.

Ini menjadi salah satu alasannya menabung selama bertahun-tahun.

Pada 2012, dirinya mulai menyisihkan penghasilannya untuk memenuhi mimpinya itu.

”Saya menabung sedikit demi sedikit dari hasil berjualan gorden keliling. Setiap hari berjualan keliling di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan bahkan sampai Lombok Utara,” bebernya.

”Setoran awalnya sebesar Rp 25 juta,” sambungnya terkait biaya daftar haji.

Berkeliling hingga ke berbagai daerah luar Lombok Barat diakuinya cukup melelahkan.

Apalagi di usianya saat ini, semakin membuat semuanya tidak mudah.

Meski begitu, dirinya memilih untuk tidak menyerah. Dirinya tetap tekun menjalani usahanya dengan semangat.

Hingga akhirnya pada Februari 2024, Mahruf berhasil melunasi biaya haji sebesar Rp 57.800.000, sesuai dengan ketentuan pemerintah.

”Saya sangat bersyukur dan bangga bisa berangkat haji tahun ini,” katanya terharu.

Meski cita-citanya sudah terpenuhi, Mahruf mengaku tetap akan terus menekuni usaha jualan gorden kelilingnya.

Hal itu lantaran usaha gorden keliling ini merupakan mata pencarian utamanya.

”Saya harap saya diberi kesehatan selama menjalankan ibadah haji dan bisa kembali ke tanah air dengan selamat,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#Haji #Gorden