LombokPost-Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang MotoGP dan MXGP diperkirakan melonjak.
Hal ini lantaran dua event sport tersebut memiliki peminat yang sangat besar dari dalam bahkan luar negeri.
Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, berdasarkan informasi dari Dorna, jadwal MotoGP dimajukan ke September dari sebelumnya Oktober.
”Mereka tahu pemilihan penggunaan produk yang berkualitas dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Dijelaskannya, peningkatan penggunaan BBM yang terjadi selama event MXGP dan MotoGP sebagian besar merupakan BBM non subsidi, atau BBM yang lebih tinggi kualitasnya dibandingkan Pertalite dan solar biasa.
Mulai dari Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamax Dex.
”Jadi itu meningkat lebih tinggi dibanding penggunaan yang subsidi,” sambungnya.
Pertamina bersama tim Enduro VR46 juga menyiapkan berbagai bazar hingga festival untuk menyambut perhelatan MXGP dan MotoGP.
Selain itu, pihaknya juga sedang dalam tahapan memperkirakan kebutuhan BBM dengan membaca tren dan angka.
”Tapi kita sudah ada persiapan dari dua kali event sebelumnya,” kata Ahad.
Event MotoGP ketiga dan MXGP, juga menjadi pertimbangan memenuhi kebutuhan BBM dan energi.
Pada MXGP juga perlu diatensi untuk antisipasi peningkatan konsumsinya.
Meski begitu, pihaknya memastikan tidak ada kendala penyaluran BBM nantinya. Tidak seperti tahun sebelumnya di event MotoGP cukup padat.
”Karena melihat rekayasa lalin pada saat pergelaran (MotoGP, Red) yang kedua kemarin juga tidak terlalu ada kendala yang serius, khusus distribusi tidak ada kendala,” demikian. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida