Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pastikan Kualitas Produk, UMKM yang Akan Tampil di MototGP 2024 Akan Dikurasi

Galih Mega Putra S • Jumat, 21 Juni 2024 | 19:44 WIB
DIKURASI: Salah satu stan UMKM dalam kegiatan bazar, beberapa waktu lalu. Jelang MotoGP 2024, UMKM NTB kembali akan dikurasi.  (FERIAL/LOMBOK POST)
DIKURASI: Salah satu stan UMKM dalam kegiatan bazar, beberapa waktu lalu. Jelang MotoGP 2024, UMKM NTB kembali akan dikurasi. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-UMKM yang akan ditampilkan di event MotoGP 27-29 September akan kembali dikurasi.

Tujuannya, untuk menjaga kualitas sekaligus memberikan kesempatan pada UMKM berkualitas lainnya.

”Hal ini juga agar UMKM yang ditampilkan tidak itu-itu saja,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Ahmad Masyuri.

Dikatakan Ahmad, sebenarnya tahun ini tidak perlu lagi dilakukan kurasi.

Sebab masa kurasi sebelumnya bisa berlaku selama dua tahun. Hanya saja, pihaknya ingin menekankan pada penjagaan kualitas.

”Karena nanti juga akan ada yang baru dan berkualitas,” sambungnya.

Saat ini, Dinas Koperasi dan UMKM NTB sudah melakukan komunikasi dengan pihak kementerian. Pihaknya berharap bisa memasukkan proposal ke sana nantinya.

”Seperti apa akhirnya kita menunggu dari pusat,” katanya.

Pihaknya juga saat ini sedang mengkomunikasikan soal lokasi dan beberapa hal lainnya.

Menurutnya, posisi penempatan UMKM sangat berpengaruh. Seperti saat MotoGP 2023 lalu yang dinilai bagus karena berada di bagian depan.

”Kita harapkan sekarang tempatnya juga bagus, mudah-mudahan luas lahannya bertambah, atau minimal sama seperti dulu,” harapnya.

Lebih lanjut, mengenai jumlah UMKM yang akan ditampilkan dalam MotoGP 2024 ini, Ahmad mengaku belum mengetahuinya. Hal itu baru bisa ditentukan setelah pihaknya mendapatkan kepastian lokasi penempatan serta luasnya.

”Kita akan sesuaikan dengan kondisi lapangan, tempat, kemudian fasilitas yang disediakan sponsor,” katanya.

Berbicara soal jenis UMKM paling diminati adalah kuliner. Seperti di 2023 lalu, sekitar 80 persen UMKM yang ditampilkan merupakan kuliner. Sedangkan untuk kesiapan UMKM, Ahmad mengatakan mereka bahkan lebih siap saat ini.

Mengenai potensi penambahan jumlah UMKM dibandingkan sebelumnya, Ahmad mengiyakan. Namun pihaknya juga masih menunggu informasi dari ITDC selalu penyelenggara.

”Soal catatan, saya lihat kemarin sudah cukup bagus, tidak banyak komplain, sekarang ini bagaimana untuk meningkatkan penjualan,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #ekbis