Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Usaha Pisang Sale Tawarkan Potensi Keuntungan Jutaan Rupiah

Galih Mega Putra S • Rabu, 3 Juli 2024 | 20:55 WIB
IKUT BAZAR: Putriawati bersama produk UMKM Tunjung Biru saat mengikuti bazar kegiatan Kementerian Pariwisata, beberapa waktu lalu. (PUTRI FOR LOMBOK POST)
IKUT BAZAR: Putriawati bersama produk UMKM Tunjung Biru saat mengikuti bazar kegiatan Kementerian Pariwisata, beberapa waktu lalu. (PUTRI FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Pasca gempa 2018 lalu, Putriawati sempat tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Hingga akhirnya pada 2019, dirinya menemukan ide usaha dari pisang. Buahnya melimpah namun harganya anjlok.

Terlalu murahnya harga pisang saat itu membuat pendapatan tidak besar. Pada akhirnya, pisang ini banyak dibawa pulang ayahnya ke rumah, untuk disuguhkan pada tamu yang dating, atau di makan bersama keluarga.

Kemudian muncul ide untuk membuat produk berbahan dasar pisang.

”Muncullah ide saya bikin produk pisang sale,” ujar ketua UMKM Kelompok Tunjung Biru ini.

Ide ini muncul bukanlah tanpa sebab. Perempuan yang akrab disapa Putri itu sudah punya ilmunya. Itu berkat dirinya yang kerap ikut bersama ibunya dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Santong Mulia. ”Di KWT itu yang lebih menonjol sebelum peternakannya adalah pisang sale, saya di sana ikut jualan dan jadi anggota juga,” sambungnya.

Awalnya, Putri mencoba untuk membuat produk dengan beberapa sisir pisang saja. Meski sudah memiliki skill, namun dirinya memilih melakukan percobaan untuk menghasilkan produk terbaik. ”Semua dicoba oleh suami saya, setelah dia bilang enak baru bisa dijual,” bebernya.

Sambil memasarkan produk pisang salenya, Putri aktif ikut bersama para perempuan pelaku UMKM.

Dirinya pun akhirnya diajak ikut bergabung dalam kelompok usaha bernama UMKM Tunjung Biru. Dalam kelompok tersebut, tiap anggotanya juga memiliki produk usaha sendiri. Ada yang memiliki produk kue kering, pisang sale, kue kering khas begawe di Lombok, dan lainnya.

”Tapi tetap produk utamanya adalah pisang sale,” kata Putri.

Pada awalnya kelompok ini tidak dibina pemerintah daerah. Setelah berusaha, akhirnya kelompoknya tersebut bisa ikut pelatihan. Awalnya, pisang sale ini masih dikemas dalam bentuk kemasan plastik biasa. Namun ada yang menyarankan untuk ditingkatkan agar menambah daya jualnya.

Masih di tahun yang sama, pihaknya mulai membuat izin usaha untuk pisang sale ini. Saat itu, rumah produksi pisang sale ini masih berupa rumah darurat pascagempa.

Bahkan pisang-pisang yang diolah masih dijemur di atas reruntuhan rumah dan genteng.

Pada 2020, pihaknya diminta Diskoperindag UMKM KLU untuk mengajukan bantuan standing pouch.

Setelah diajukan, akhirnya UMKM Tunjung Biru mendapatkan bantuan standing pouch bening. Selain itu, izin halal yang diajukan juga keluar.

”Panjang ceritanya sampai akhirnya kemasannya seperti sekarang ini,” bebernya.

”Kemudian stiker saya juga keluar di Bale Kemasan,” imbuhnya.

Masih di tahun yang sama, produknya lolos untuk diikutsertakan dalam kegiatan Kementerian Pariwisata. Hal ini menjadi penyemangat dirinya bersama anggota kelompok UMKM Tunjung Biru lainnya untuk berproduksi.

Awal 2021, produksi pisang sale semakin menggeliat. Hingga akhirnya, produk tersebut bisa dikirim ke berbagai daerah. Seperti Sumbawa, Dompu, bahkan hingga Semarang.

Pada event MotoGP 2022 lalu, produknya sempat tidak lolos kurasi lantaran kemasannya yang dinilai terlalu transparan. Namun itu tidak mematahkan semangat mereka.

Pihaknya kembali bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata melalui Pemerintah KLU untuk mengupayakan produk ini lolos kurasi.

”Akhirnya ikut seleksi produk di PLUT NTB melalui Dinas Perindustrian. Dari sana saya semangat karena dibilang kemasannya bagus, sudah lolos dan tidak ikut seleksi lagi,” terangnya.

Putri bersyukur, pihaknya bisa mendapatkan bantuan 1.000 pieces kemasan saat itu. Untuk, pengiriman produk ke luar daerah, lebih sering dilakukan dengan sistem per kilogram lantaran permintaan pembeli. Namun dirinya tetap melayani permintaan pesanan dalam bentuk kemasan yang lebih cantik.

”Saya sih memang nyaranin kalau untuk rumahan itu lebih beli yang kiloan, karena takut nanti dibilang mahal atau gimana, kalau kiloan ini kan enak, dapatnya lebih banyak,” jelasnya.

Satu kilogram pisang sale ini dijual Rp 70 ribu. Harga saat ini agak naik lantaran harga pisang di petani sudah mulai mahal dari sebelumnya. Dirinya tidak bisa mengurangi berat kemasan sehingga harganya yang dinaikkan.

”Meski sedikit mahal tapi kualitasnya dan rasanya terjamin,” tegasnya.

Untuk kemasan standing pouch ukuran 180 gram, harganya Rp 15 ribu. Untuk pemasarannya, dirinya bekerja sama dengan sejumlah lembaga, salah satunya Pegadaian.

Putri juga memiliki orang-orang yang dilatih untuk menjemur pisang dengan kualitas yang bagus. Di mereka, dirinya mengambil bahan baku untuk pembuatan pisang sale.

”Mereka saya yang ajarin, akhirnya ada yang memang sama persis rasanya,” bebernya.

Berbicara soal pendapatan dari pisang sale ini, terkadang bisa hingga Rp 600 ribu sehari. Terkadang dalam sepekan, pihaknya mendapatkan Rp 1-1,5 juta. Namun umumnya dalam sebulan, kelompoknya biasa meraup penjualan hingga Rp 6 juta.

”Bersihnya itu sekitar Rp 4 jutaan,” akunya.

Saat ini, produksi pisang sale ini hanya sekitar 10-12 kilogram per hari. Dalam sepekan, pihaknya menggoreng itu sebanyak dua kali. Jika ditotal selama sebulan, UMKM Tunjung Biru memproduksi pisang sale sekitar 50 kilogram lebih.

”Dikalikan Rp 70 ribu per kilogram, segitu dah jumlahnya (penjualan, Red),” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Akbar Sirinawa
#UMKM #pisang