Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MGPA Punya Kewajiban Berdayakan UMKM NTB dan Tidak Merubah Kearifan Lokal

Galih Mega Putra S • Minggu, 7 Juli 2024 | 12:05 WIB
UPAYA PEMBERDAYAAN: Salah satu UMKM NTB yang hadir dalam kegiatan bazar, beberapa waktu lalu.(FERIAL/LOMBOK POST)
UPAYA PEMBERDAYAAN: Salah satu UMKM NTB yang hadir dalam kegiatan bazar, beberapa waktu lalu.(FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Jelang penyelenggara event MotoGP 2024, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) diingatkan untuk lebih memberdayakan UMKM NTB selama gelaran tersebut.

Tidak hanya itu, mereka juga diminta tidak mengubah kearifan lokal yang ada.

”Event menjadi keberkahan bagi NTB, sayang jika tidak dimanfaatkan,” ujar Pj Gubernur NTB Hassanudin.

Dikatakannya, sebagai tuan rumah gelaran, NTB harus siap dengan matang.

Berbagai aspek terkait gelaran tersebut harus disiapkan dengan maksimal.

Hal itu mengingat event yang digelar pada 27-29 September mendatang ini merupakan ajang skala internasional.

”Jadi semua aspek harus dipersiapkan dengan matang,” sambungnya.

Dirinya juga berharap UMKM NTB dapat diikutsertakan dalam gelaran tersebut.

Momen tersebut dinilainya akan berdampak positif terhadap pemasaran sekaligus promosi produk-produk UMKM NTB.

”Kami mendukung penuh dan berkolaborasi bersama untuk menyukseskan ini semua,” tandasnya.

Direktur Utama MGPA Nusantara Jaya Priandhi Satria berharap Pemprov NTB juga memberi dukungan penuh pada gelaran tahunan tersebut.

Mulai dari keamanan, kebersihan, hingga transportasi.

Juga terkait shuttle bus penonton, pengembangan dan promosi UMKM, hingga pengendalian harga kamar hotel.

”Dukungan dari Pemprov NTB sangat diperlukan,” ujarnya.

Dikatakannya, event MotoGP 2024 akan dihadiri ”dua presiden”, yakni Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto. Sehingga persiapan untuk gelaran ini dari segala aspek harus benar-benar matang.

”Ini merupakan kali pertamanya event MotoGP dihadiri langsung oleh dua presiden, sehingga harus dipersiapkan dengan matang. Baik dari segi keamanan, penyambutan dan sebagainya,” pungkasnya.

Berbicara soal pemberdayaan UMKM, sebelumnya Kepala Diskop UMKM NTB H Ahmad Masyhuri mengatakan akan dikurasi kembali.

Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas UMKM yang ikut dalam gelaran MotoGP 2024 nantinya.

Seperti 2023 lalu, UMKM yang akan tampil diprediksi sebagian besar merupakan usaha kuliner. ”Soal catatan, saya lihat kemarin sudah cukup bagus, tidak banyak komplain, sekarang ini bagaimana untuk meningkatkan penjualan,” katanya.

Terkait pengendalian harga kamar hotel, Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Maladi mengatakan Pemprov NTB sudah memiliki regulasi. Sehingga dirinya yakin harga kamar hotel tidak akan melambung seperti pada saat MotoGP pertama.

”Sudah ada regulasi soal itu, bahkan Pemkab Lombok Tengah punya satgas untuk itu,” ujarnya. (fer/r9)

 

Editor : Kimda Farida
#UMKM #MXGP