LombokPost--Sebanyak 10 Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) Wirausaha Baru (WUB) pengolahan cokelat.
Pelatihan yang digelar Dinas Perindustrian NTB dan Diskoperindag KLU ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa-Rabu (17-18/9).
Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti mengatakan, KLU merupakan daerah penghasil cokelat utama di NTB.
Sebab itu, pemanfaatan komoditas ini perlu dimasifkan untuk menghasilkan porduk turunan yang berkualitas.
”Baik secara diolah menjadi cokelat bubuk ataupun bahan tambahan lainnya,” ujarnya, Rabu (18/9).
Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas produk cokelat lokal.
Selain rasa produknya yang enak, juga menyehatkan. Sehingga ke depan diharap mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
Selain itu, Bimtek ini dilaksanakan untuk mendukung pembangunan usaha ekonomi kreatif lokal masyarakat yang potensial.
Juga mendorong kreativitas produksi, dan pengembangan usaha sebagai produk makanan khas NTB.
”Melalui Bimtek ini, SDM di sentra menjadi semakin profesional, semakin kuat, kreatif, dan inovatif, serta semakin berkembang,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakannya, keberhasilan pada pengembangan sektor ini dapat berdampak pada SDM IKM.
Selain itu, membuka lapangan pekerjaan, serta dapat meningkatkan pendapatan IKM di NTB.
Baca Juga: Perdana, NTB Ekspor Kapal Angkutan Orang Bekas ke Vanuatu
Kata perempuan berhijab ini, Disperin NTB terus berupaya memberikan dan membuka jalan bagi industri yang ada di NTB.
Selain itu, menjalin kesinambungan serta bussines matching di setiap pelatihan yang digelar.
”Ini sebagai upaya memperkenalkan produk-produk di berbagai lokasi kegiatan ke seluruh wilayah, khususnya NTB,” tandasnya.
KLU memiliki sentra cokelat di Kampung Cokelat Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga.
Kawasan ini menjadi pusat produksi komoditas cokelat terbesar di KLU, bahkan di NTB.
Kepala Diskoperindag KLU H Nurdin Haris mengatakan, Bimtek WUB ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pada pelaku industri di KLU, khususnya industri cokelat.
Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas produk cokelat lokal agar bisa bersaing.
Dikatakannya, KLU memiliki potensi komoditas perkebunan yang melimpah. Baik itu, cokelat, vanili, kopi, madu, dan komoditas lainnya.
Dirinya menekankan pentingnya mengembangkan potensi daerah dengan mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi, maupun barang jadi.
”Tugas kita, bagaimana mengembangkan potensi yang ada di daerah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
”Bagaimana petani cokelat ini menghasilkan produk turunan berkualitas, serta mengembangkan usaha taninya dengan menjalin kerja sama dengan pihak luar sebagai mitra,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida