LombokPost--Motif tenun kembang dangar sudah dikembangkan para perajin tenun Lombok Utara sejak lama.
Pada 2020 lalu, kabupaten termuda di NTB ini meluncurkan batik khas pertamanya menggunakan motif tersebut.
Motif ini bukan sekadar pola biasa.
Kembang dangar merupakan simbol dari warisan leluhur yang menyatu dengan alam dan sejarah masyarakat Lombok Utara.
Motif kembang dangar ini diciptakan pertama kali oleh budayawan muda Lombok Utara Raden Prawangsa Jaya Ningrat.
Dia merupakan orang yang menggali dan mengangkat kembali nilai-nilai sejarah di balik pohon dangar. Pohon dangar ini sudah ada di Lombok Utara sejak ratusan tahun lamanya.
Namun kini jumlahnya sudah tidak banyak lagi.
”Pohon dangar bukan hanya sekadar flora biasa,” ujarnya, Selasa (8/10).
Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta ini menjelaskan, di masa lalu dangar digunakan sebagai alat navigasi oleh nelayan lokal, serta penanda batas wilayah.
Bahkan, kembang dangar juga digunakan untuk menandai makam leluhur atau para raja di Lombok Utara.
Saat ini, tercatat ada 11 titik pohon Dangar yang berhasil ditemukan. Mulai dari ujung Bayan, Lombok Utara, hingga Mambalan, Lombok Barat.
Namun hingga saat ini, belum ditemukan nama ilmiah dari pohon tersebut.
Saat pertama kali melihat bunga dangar mekar, Raden Prawangsa merasa keindahan dan maknanya layak diabadikan dalam bentuk seni. Sebagai salah satu warisan sejarah dan budaya, dirinya kemudian tertarik mengadopsi kembang ini menjadi motif kain tenun.
Proses penciptaan motif ini melibatkan kajian mendalam. Hal itu untuk memastikan bahwa nilai sejarah dan simbolisme pada kembang dangar terserap dengan baik ke dalam motif kain batiknya.
”Kini, motif kembang dangar menghiasi sapuk, jilbab, dan kain batik lainnya,” katanya.
Sebagai langkah awal, motif ini sudah mulai dikomersialkan dan diminati pasar. Raden berharap agar pemerintah daerah memberikan dukungan lebih. Baik dalam hal pembinaan maupun permodalan.
Ia menginginkan motif ini tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga menjadi identitas kebanggaan masyarakat Lombok Utara.
”Harapannya, agar adat istiadat ini tidak sekadar menjadi obrolan di berugak, tetapi dapat diwujudkan secara nyata,” terangnya.
Dengan motif kembang dangar, Lombok Utara tidak hanya memperkaya warisan budaya lokal, tetapi juga menunjukkan kepada dunia, bahwa sejarah dan tradisi dapat dihidupkan kembali melalui karya seni yang indah. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida