LombokPost--Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB berkomitmen mendorong peningkatan daya saing produk tenun lokal melalui berbagai inisiatif strategis.
Salah satunya, standarisasi benang yang digunakan penenun, dengan rencananya mendirikan pusat bahan baku tenun di beberapa kabupaten/kota di NTB.
”Upaya ini bertujuan memastikan kualitas bahan baku yang lebih baik dan merata bagi para perajin tenun di wilayah tersebut,” ujar Pj Ketua Dekranasda NTB Dessy Hassanudin.
Dikatakannya, sebagai bagian dari inovasi yang ditawarkan, Dekranasda NTB memperkenalkan konsep Tenun Halal, yang menggunakan benang bersertifikasi halal.
Benang tersebut juga memiliki ukuran yang lebih halus, yaitu ukuran 80.
”Biasanya penenun lokal menggunakan benang ukuran 40,” sambungnya.
Penggunaan benang yang lebih halus diharapkan dapat menghasilkan kain tenun yang lebih nyaman, berkualitas tinggi.
Sehingga dapat diterima pasar yang lebih luas, termasuk konsumen muslim yang mengutamakan produk-produk halal.
Beberapa produk tenun lokal seperti Tenun Maringkik, Muna Pa'a, Subhanale, dan Sarimenanti juga akan didorong beralih menggunakan konsep Tenun Halal.
”Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas produk, tetapi juga menciptakan keunikan tersendiri bagi produk tenun NTB di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti menambahkan, pihaknya ingin memberikan sentuhan baru pada industri tenun dengan menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas tetapi juga memenuhi standar halal.
Inovasi Tenun Halal ini akan memberikan nilai tambah bagi produk tenun lokal NTB.
”Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, terutama yang memiliki kesadaran tinggi terhadap produk-produk halal,” ujarnya.
”Kami juga akan terus mendorong para penenun untuk beradaptasi dengan standar baru ini agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” sambungnya.
Dikatakannya, inisiatif ini terinspirasi dari kunjungan studi banding Dekranasda NTB ke Palembang.
Di sana, mereka mempelajari bagaimana branding produk lokal dapat meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar.
”Dengan demikian, Tenun Halal diharapkan menjadi brand baru dari NTB yang berdaya saing tinggi, memadukan unsur tradisi dengan standar modern yang lebih berkualitas,” terangnya.
Melalui langkah ini, Dekranasda NTB bersama Dinas Perindustrian NTB optimis tenun lokal NTB dapat terus berkembang.
Bahkan bisa menjadi produk unggulan yang semakin diminati, baik di dalam maupun luar negeri. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida