Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bidik Pasar Amerika Serikat dan Taiwan, NTB Ekspor 217 Ton Tuna dan Lobster Beku

nur cahaya • Senin, 28 Oktober 2024 | 15:33 WIB

 

TUNA EKSPOR: Kepala BPPMHKP KKP RI Ishartini (kanan) dan Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti (dua kanan) saat memeriksa produk tuna beku yang diekspor, dalam pelepasan ekspor tuna.
TUNA EKSPOR: Kepala BPPMHKP KKP RI Ishartini (kanan) dan Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti (dua kanan) saat memeriksa produk tuna beku yang diekspor, dalam pelepasan ekspor tuna.

LombokPost---NTB melakukan ekspor 217 ton tuna dan lobster beku ke Amerika Serikat dan Taiwan. Ekspor tersebut dilepas langsung Badan Pengawasan dan Pengendalian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama Pemprov NTB, Sabtu (26/10).

Pelepasan ekspor tuna dan lobster beku ini juga dihadiri Pj Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, Kepala Dinas Perdagangan NTB sekaligus Pj Bupati Dompu Baiq Nelly Yuniarti, Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan, Kepala BPPMHKP Mataram Ni Luh Anggra Lasmika, dan stakeholder lainnya.

Nilai ekspor tuna dan lobster beku PT High Poin Fisheris dan PT Ocean Blue Lobster ini mencapai Rp 26 miliar. Kepala BPPMHKP KKP RI Ishartini mengatakan, dua komoditas laut tersebut merupakan produk unggulan yang ditangkap langsung di perairan NTB.

Ikan tuna yang diekspor merupakan hasil tangkapan nelayan yang menggunakan kapal kecil, namun memiliki kualitas terbaik.

Sedangkan lobster merupakan hasil budidaya di Teluk Ekas dan Telok ELong, Lombok Timur.

“Produknya sangat bagus, bahkan perusahaan punya sertifikat HACCP grade A, jadi bisa tembus pasar Amerika dan Taiwan,” ujarnya.

Dikatakannya, produk tuna beku yang dieskpor beragam.

Di antaranya, tuna steak, tuna sako, tuna cube, dan lainnya dikirim ke Amerika Serikat. Sedangkan untuk lobster beku dikirimkan ke Taiwan.

Ini menambah daftar keberhasilan NTB mengekspor produk kelautannya.

“Ini membuktikan produk perikanan dan kelautan dari daerah tidak kalah saing,” sambungnya.

Ishartini mengatakan, ekspor ini melibatkan sejumlah stakeholder terkait.

Di antaranya, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, BBPOM Mataram, dan lainnya. Mereka bersama-sama mengangkat pelaku usaha agar bisa menembus pasar global.

“Yang ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan di sektor hulu. Artinya, nelayan, pembudidaya, tenaga kerja, pemasaran, industri pakan dan lainnya,” terangnya.

Dirinya berharap, ini menjadi titik untuk terus bisa meningkatkan frekuensi, volume dan nilai ekspor perikanan.

Sebab jika melihat potensi yang ada, ekspor NTB seharus bisa hingga tiga kali lipat dari saat ini.

“Jadi NTB mampu,” tandasnya.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti mengapresiasi dua perusahaan yang mampu memenuhi standar pasar internasional ini.

Terlebih pasar Amerika Serikat dan Taiwan ini terbilang cukup ketat.

“Kami berterima kasih pada dua perusahaan ini yang telah mengekspor produk perikanan dengan kualitas tinggi,” ujarnya.

Kegiatan ekspor tuna dan lobster ini menjadi bukti NTB telah mampu mengolah ikan dalam bentuk beku.

Dirinya berharap ke depannya lebih banyak produk perikanan dengan kemasan higienis dan kualitas tinggi lainnya diekspor.

“Sehingga jangkauan pasar kita semakin luas,” pungkasnya.

Berdasarkan data BPPMHKP, komoditi produk perikanan yang sudah diekspor oleh PT High Point Fisheries telah melakukan ekspor sebanyak 14 kali dengan tujuan Amerika Serikat. Sedangkan PT Blue Ocean Lobster sebanyak 8 kali dengan tujuan Macau, Shanghai, Thailand, Hongkong, dan Taiwan. (fer/r13)

 

Editor : Kimda Farida
#tuna #beku #global #pasar #ekspor #NTB #Lobster