Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kuliner Otentik Indonesia Hadir di LEM, Festival Tjap Legende Berlangsung 18 Hari

nur cahaya • Jumat, 15 November 2024 | 07:30 WIB

 

 

RAMAI: Pengunjung Festival Tjap Legende di atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM) yang tengah berbelanja, Kamis (14/11). FERIAL/LOMBOK POST
RAMAI: Pengunjung Festival Tjap Legende di atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM) yang tengah berbelanja, Kamis (14/11). FERIAL/LOMBOK POST

LombokPost-Festival kuliner otentik terbesar di Indonesia kini hadir di Lombok Epicentrum Mall (LEM). Kegiatan berlangsung sejak 14 November hingga 1 Desember mendatang.

CEO Samsaka Group atau Jiiscomm Febriyanto mengatakan, Festival Tjap Legende bertujuan memperkenalkan dan melestarikan kekayaan kuliner Indonesia. Event ini digelar di sembilan kota besar di Indonesia sejak Mei lalu. Di antaranya, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Bali, Mataram, dan Makasar. ”Lombok (Mataram, Red) jadi kota ke delapan, setelah ini kami ke Makasar,” ujarnya.

”Festival ini diikuti lebih dari 40 tenan legendaris dari seluruh Indonesia,” sambungnya.

Beberapa pelaku kuliner legendari di antaranya, Klepon Gianyar 1980, Gudeg Yu Djum 1950 Yogyakarta, dan Nasi Krawu Buk Tiban 1979 Gresik. Kemudian Nasi Ayam Semarang Bu Noto, Bolosego Yogyakarta, Wingko Babat Kelapa Hijau 1918, Soto Betawi H Agus Barito, Es Puter Conglik 1970 Semarang, dan kuliner autentik nan legendaris lainnya. ”Yang asli sini ada Sate Rembiga Ina Sinnaseh 1988 dan Ayam Taliwang H Moerad 1967,” jelasnya.

Dikatakannya, Jiiscomm merupakan operator F&B (food and beverage) terbesar, sudah berpengalaman lebih dari 12 tahun mengelola event kuliner nusantara. Melalui event ini, Febri ingin mengajak pengunjung berpartisipasi dalam aktivitas interaktif yang mengedukasi kekayaan budaya kuliner Indonesia.

Marketing Manager Lombok Epicentrum Mall Evalina Maharani Siregar mengatakan, ini merupakan kolaborasi pertama LEM dengan Jiiscomm menghadirkan kuliner dari luar NTB. Tenan yang dihadirkan merupakan kuliner-kuliner yang jarang ada di NTB. ”Kami ingin memperkenalkan budaya kuliner Indonesia yang kaya,” jelasnya.

”Ada pilihan dine in dan take away, kalau mau enjoy the moment kami sediakan area. Tapi kami minta konsumen untuk self service, yakni membuang sampah pada tempatnya usai makan,” terangnya.

Melihat antusiasme pengunjung Festival Tjap Legende, Eva yakin kunjungan akan meningkat minimal 30 persen setiap harinya. Hal itu terlihat dari hari pertama event, pengunjung sudah berbondong-bondong mendatangi tenan pada pukul 10.00 Wita. ”Kolaborasi ini tidak akan putus sampai di sini, tahun depan akan digelar lagi, jadi tunggu saja,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Akbar Sirinawa
#kekayaan #Kuliner #konsumen #NTB #Lombok