LombokPost-Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting sebagai pilar ekonomi bangsa. Sebagai bentuk komitmen untuk mendukung perkembangan UMKM di NTB, BBPOM Mataram memfasilitasi mereka mendapatkan izin edar melalui program Gemilang Pro UMKM.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM, dengan memberikan dukungan dalam perizinan, permodalan, dan pemasaran. “Inovasi ini, Alhamdulillah mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder, mulai dari Pemprov NTB, akademisi, dan lainya. Bahkan inovasi ini mendapatkan apresiasi dari Kemenparekraf di 2024,” ujar Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan, Jumat (3/1).
Program Pro UMKM ini akan diperluas lagi dengan menyentuh kelompok-kelompok rentan di 2025. Misalnya, produk-produk pangan yang diproduksi kelompok berkebutuhan khusus atau disabilitas, akan difasilitasi izin edarnya.
Hingga Desember 2024, tercatat sebanyak 223 nomor izin edar (NIE) telah diterbitkan. Sebanyak 77 NIE di antaranya merupakan produk pangan dan 144 NIE produk kosmetik. Yosef mendorong semua pelaku UMKM NTB untuk tidak ragu mengurus izin edar di BBPOM. “Kami akan mempermudah, terjangkau dan terukur dan mengikuti mekanismenya,” sambungnya.
Dijelaskannya, terdapat banyak insentif diberikan selama pendampingan. Di antaranya, pendampingan hingga terbit izin edarnya. Selain itu, ada diskon tarif PNBP pendaftaran produk sebesar 50 persen, dan pengujian laboratorium gratis dalam rangka perizinan produk. “Kalau UMKM ini rata-rata mungkin sekitar Rp 250 ribu, kalau didiskon 50 persen jadi sekitar Rp 125 ribu, jadi sangat terjangkau. Pengujiannya juga kita gratiskan,” terangnya.
Pihaknya menyadari keterbatasan UMKM terkait digitalisasi perizinan. Sebab itu pihaknya bersinergi dengan perguruan tinggi melalui pemberdayaan mahasiswa sebagai fasilitator pendamping UMKM.
BBPOM Mataram membentuk fasilitator dari kelompok mahasiswa yang akan mendampingi UMKM selama proses perizinan. Baik itu dalam menyiapkan dokumen, permasalahan IT seperti pengisian dan unggah dokumen, serta rancangan label. “Melalui program ini juga melatih jiwa enterprenuer dari para mahasiswa, jadi semua mendapatkan manfaat,” kata Yosef.
Lebih lanjut, pihaknya bersukur UMKM NTB memiliki fasilitas NTB Mall. Inovasi unggulan Pemprov NTB ini dinilai bisa membantu UMKM terkait pemasaran dan promosi produk mereka. Sebab selain produk harus ada izin edar, juga perlu dipikirkan terkait pemasarannya. “Jadi kalau sudah ada izin edar tapi tidak tahu memasarkannya percuma juga,” ujarnya.
“Perizinan, permodalan dan pemasaran, menjadi hal penting untuk sama-sama kita kolaborasikan, agar apa yang dilakukan pemerintah dirasakan langsung masyarakat,” tandasnya.
Salah satu pelaku UMKM kuliner Kota Mataram Muhammad Jufri mengaku terbantu dengan program pendampingan UMKM dari BBPOM Mataram tersebut. Terlebih padahal beberapa hal terkait perizinan yang masih belum dipahaminya. “Programnya bagus, sangat membantu usaha saya,” katanya. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post