Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cek Distributor Minyak Goreng di Mataram, Disdag NTB Pastikan Ketersediaan Pasokan

nur cahaya • Selasa, 7 Januari 2025 | 09:07 WIB

 

CEK DISTRIBUTOR: Kepala Disdag NTB  Baiq Nelly Yuniarti (dua kanan) melakukan pengecekan gudang distributor minyak goreng di Babakan, Sandubaya, Kota Mataram, pekan lalu.
CEK DISTRIBUTOR: Kepala Disdag NTB  Baiq Nelly Yuniarti (dua kanan) melakukan pengecekan gudang distributor minyak goreng di Babakan, Sandubaya, Kota Mataram, pekan lalu.
 

LombokPost-Minyak goreng menjadi salah satu komoditas pangan yang juga ikut menyumbang andil inflasi di NTB.

Harganya kerap berfluktuasi, begitu juga dengan ketersediaan pasokannya.

Di awal tahun 2025 ini, Dinas Perdagangan (Disdag) NTB memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB.

“Kami turun melakukan pengecekan ke salah satu distributor minyak goreng di Mataram,” ujar Kepala Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti.

Dikatakan, dirinya bersama kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) mengunjungi CV Putra Jaya Kencana di Babakan, Sandubaya, Kota Mataram.

Perusahaan ini merupakan salah satu distributor Minyakita di NTB.

“Kami ingin memastikan kesiapan distributor dalam pengemasan hingga distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB,” sambungnya.

Selain mengecek kesiapan pengemasan dan distribusinya, Disdag juga ingin memastikan harga minyak goreng tersebut sesuai HET (harga eceran tertinggi) di tingkat pengecer.

Selama ini, minyak goreng Minyakita didatangkan dari Surabaya dalam bentuk kemasan.

Jika Minyakita dikemas langsung di NTB, maka harga jualnya bisa dipastikan tetap sesuai HET di tingkat pengecer.

CV Putra Jaya Kencana sebagai distributor, kata Nelly telah menyanggupi pengemasan dan distribusi Minyakita.

“Mereka siap mengemas dan distribusi, asalkan mendapat bahan baku dari produsen,” kata perempuan berhijab ini.

Lebih lanjut, Nelly mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke gudang penampungan, ruang pengemasan dan penyimpanannya.

Semua sarana prasarana tersebut, kata Nelly sudah memadai dan siap mengemas minyak goreng Minyakita.

Sejauh ini, produksi semi manual per hari dapat mencapai 1.500 karton.

Saat ini, CV Putra Jaya Kencana juga telah mendatangkan alat dari China, untuk meningkatkan produksi yang bisa mencapai 4.000 karton per hari.

“Produksi tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan pasar sesuai HET di Provinsi NTB. CV Putra Jaya Kencana juga siap menyediakan penampungan yang lebih besar jika ada pasokan bahan baku yang lebih,” terang Nelly.

Berdasarkan pengecekan tersebut, Disdag akan berkoordinasi dengan intansi terkait lainnya hingga pemerintah pusat.

Terutama menindaklanjuti terkait ketersediaan bahan baku untuk Minyakita nantinya.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Pagesangan Ahmad mengatakan, harga minyak goreng merek Minyakita Rp 18 ribu per liternya.

Kenaikan harga minyak goreng ini diakuinya terjadi sudah cukup lama.

Hal ini lantaran permintaannya yang terus meningkat.

“Naiknya tidak langsung besar seperti komoditas pangan lainnya, naik Rp 100-200 sampai harganya sekarang Rp 18 ribu per liter,” katanya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#pengembangan #minyak goreng #Distributor #disdag #pengemasan #HET #ppdn #perdagangan