LombokPost-Memastikan stabilitas stok cadangan pangan daerah, hasil panen petani lokal NTB dilarang untuk dikirim ke luar daerah.
Strategi jangka pendek Pemprov NTB ini diberlakukan mulai Februari mendatang.
”Februari kita akan pasang plang tanda merah, tidak boleh bawa gabah ke luar daerah, itu kira-kira strategi jangka pendek kita,” ujar Asisten II Setda NTB Fathul Gani.
Kebijakan pelarangan pengiriman gabah ke luar daerah ini dilandasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 38 Tahun 2023 tentang Pengendalian dan Pengawasan Distribusi Gabah.
Regulasi tersebut mengatur ketat lalu lintas pengiriman gabah ke luar daerah.
Berdasarkan regulasi tersebut, gabah hanya dapat dikirim ke luar daerah jika memenuhi dua syarat utama.
Di antaranya, mendapat rekomendasi dari TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah).
Kemudian pelaku distribusi juga diwajibkan memiliki legalitas usaha untuk mendapatkan izin distribusi.
Dijelaskannya, pelarangan pengiriman gabah ini juga salah satu upaya membantu memaksimalkan serapan gabah Bulog NTB.
Hal ini dinilainya juga akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani NTB nantinya.
”Kuncinya agar petani bisa jual ke Bulog adalah soal harga. HPP di Bulog juga sudah naik,” sambungnya.
”Penyuluh di lapangan sudah mulai menyosialisasikan itu untuk mengedukasi masyarakat,” imbuhnya.
Pada tahun ini, target serapan gabah lokal naik menjadi 350 ribu ton setara beras. Jumlah tersebut naik signifikan dari sebelum sekitar 120 ribuan ton.
”Dengan target itu petani pasti tersenyum. Apalagi HPP juga sudah naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 6.500 per kilogram,” jelasnya.
Berbicara soal keterbatasan penyimpanan, pemprov memberikan solusi pola simpan dan ke luar.
Pola ini dilakukan dengan cara mendistribusikan beras setelah masuk gudang.
Kepala Disperin NTB Nuryanti mengatakan, terdapat 613 penggilingan padi yang sudah terdata di NTB.
Selain mengolah padi, sejumlah penggilingan tersebut juga memproses hasil pertanian lain, seperti aneka kacang-kacangan dan umbi-umbian.
”Kapasitas produksi serta omzet bulanan penggilingan ini pun bervariasi,” katanya.
”Penggilingan-penggilingan padi ini yang akan membantu Bulog NTB menyerap panen petani lokal kita,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida